Gubernur NTB Resmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani
- 03 Mei 2026 19:15 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Gubernur NTB Resmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani
- Geopark Rinjani pertahanan status green card dari UNESCO
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal meresmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani di Sembalun, Sabtu, 2 Mei 2026. Fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan kawasan geopark sesuai standar UNESCO Global Geopark, sekaligus mengintegrasikan aspek konservasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Gubernur Iqbal mengatakan momentum ini sebagai fase baru pengelolaan Gunung Rinjani yang lebih terintegrasi dan berorientasi global. “Rinjani bukan sekadar destinasi wisata. Ini identitas, sumber kehidupan, dan bagian dari warisan dunia. Tidak boleh ada kompromi terhadap kelestariannya,” katanya.
Ia menjelaskan, pusat informasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai gedung layanan publik, melainkan pusat data dan pengetahuan yang menghubungkan geologi, sejarah, budaya, hingga kehidupan masyarakat di sekitar kawasan. Narasi tentang letusan Gunung Samalas yang berdampak global akan menjadi salah satu materi utama.
Iqbal menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya berfokus mempertahankan status “green card” UNESCO, tetapi juga meningkatkan kualitas pengelolaan agar memberi dampak ekonomi tanpa merusak lingkungan. “Kita ingin masyarakat sejahtera, tetapi tetap dalam kerangka menjaga alam. Kerusakan sekecil apa pun di Rinjani akan berdampak luas,” ujarnya.
Kawasan Geopark Rinjani-Lombok mencakup lebih dari 20 geosite yang tersebar lintas kabupaten. Statusnya sebagai bagian dari jaringan geopark dunia menuntut standar tinggi dalam konservasi dan pengelolaan berbasis masyarakat.
General Manager Geopark Rinjani, Qwadru Putro Wicaksono, mengatakan pembangunan pusat informasi ini merupakan tindak lanjut rekomendasi asesor UNESCO. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi simpul kolaborasi lintas sektor.
“Ini bukan hanya infrastruktur, tetapi sistem yang menghubungkan konservasi, edukasi, dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.
Penguatan geopark juga diarahkan untuk mendorong ekonomi kawasan melalui pengembangan desa wisata, penyelenggaraan event internasional, serta pemberdayaan UMKM lokal. Produk seperti tenun dan kuliner tradisional diharapkan masuk dalam rantai nilai geopark.
Ulfa, pelaku UMKM di Sembalun, mengatakan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan geopark mulai memberi dampak ekonomi langsung. “Kami tidak lagi sekadar penonton, tetapi bagian dari ekosistem ini,” ujarnya.
Usai peresmian, Gubernur meninjau fasilitas yang menampilkan data geologi, sejarah gunung api, dan lanskap budaya kawasan Rinjani. Pemerintah Provinsi NTB menargetkan geopark ini menjadi pusat pembelajaran global sekaligus model pengelolaan kawasan berbasis konservasi.
“Ini bukan sekadar menjaga status UNESCO, tetapi memastikan Rinjani menjadi pusat pengetahuan dunia yang bermanfaat bagi generasi kini dan mendatang,” kata Iqbal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....