Car Free Night Lahirkan Ratusan Pelaku UMKM di Lombok Barat

  • 03 Mei 2026 09:37 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Transformasi wajah Lombok Barat kini semakin terasa. Kehadiran alun-alun baru di jantung daerah tersebut bukan hanya menjadi ruang publik modern, tetapi juga tumbuh sebagai simbol kebangkitan sosial dan ekonomi masyarakat. Antusiasme warga yang terus memadati kawasan itu menjadi bukti bahwa pembangunan ruang terbuka ini berhasil menjawab kebutuhan masyarakat akan tempat rekreasi, interaksi, sekaligus peluang usaha.

Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, menilai geliat yang terjadi di alun-alun tersebut sebagai capaian yang patut disyukuri bersama. Ia melihat langsung bagaimana masyarakat menikmati fasilitas yang telah dibangun pemerintah daerah dengan penuh semangat.

“Alhamdulillah, tambah bahagia melihat masyarakat menikmati alun-alun yang kita bangun. Awalnya mungkin ada yang pesimis, apakah bisa berjalan, apakah car free night akan berhasil. Tapi kami tetap istiqomah bersama kepala-kepala perangkat daerah. Sekarang alun-alun ini benar-benar terasa hidup dan antusias masyarakat luar biasa,” ujar UNA saat ditemui RRI di CFN Gerung, Lombok Barat. Sabtu 2 Mei 2026.

Menurutnya, alun-alun kini tidak hanya ramai saat malam minggu, tetapi juga dipadati warga setiap sore hari. Anak-anak menjadikan area tersebut sebagai ruang bermain yang nyaman, sementara keluarga memanfaatkannya untuk bersantai.

“Kalau saya jalan sore setiap hari, tempat bermain anak-anak selalu ramai. Ini menunjukkan masyarakat bahagia dengan hadirnya alun-alun kita. Ini menjadi ikon baru Lombok Barat yang memberi kenyamanan bagi semua kalangan,” katanya.

Ia menegaskan, kehadiran alun-alun juga menghadirkan sesuatu yang sebelumnya belum dimiliki Lombok Barat, yakni ruang publik yang representatif untuk rekreasi keluarga dan aktivitas masyarakat.

“Tempat bermain anak-anak yang mungkin dulu belum pernah ada di Lombok Barat, sekarang sudah ada. Ini harus kita syukuri bersama,” ucapnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa rasa syukur tersebut harus diwujudkan dengan tanggung jawab menjaga fasilitas yang ada. Kebersihan dan kenyamanan, menurutnya, harus menjadi budaya bersama.

“Saya mengajak masyarakat untuk menjaga fasilitas ini, termasuk membuang sampah pada tempatnya agar kebersihan dan kenyamanan tetap terjaga,” katanya menegaskan.

Di sisi lain, dampak ekonomi dari aktivitas di kawasan alun-alun juga semakin terlihat. Kehadiran Car Free Night menjadi penggerak utama tumbuhnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Wakil Bupati mengungkapkan bahwa jumlah pelaku UMKM yang berjualan setiap malam minggu kini telah menembus angka lebih dari 200 pelaku usaha.

“Saya tanya langsung ke ketua asosiasi, sudah dua ratus lebih UMKM yang hadir setiap malam minggu. Ini menunjukkan kedatangan masyarakat yang berbelanja juga meningkat, sehingga semangat UMKM ikut bertambah,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika sebelumnya aktivitas ekonomi hanya terpusat di sisi timur kawasan, kini geliat usaha telah meluas hingga ke sisi barat.

“Kalau dulu hanya sisi timur yang ramai, sekarang dari timur sampai barat penuh. Ini luar biasa,” katanya.

Pemerintah daerah optimistis bahwa pertumbuhan aktivitas ekonomi di kawasan alun-alun akan memberi dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.

“Ini mendorong pertumbuhan ekonomi. Mungkin dampaknya tidak langsung terasa, tetapi saya yakin pelan-pelan akan membantu kita menurunkan kemiskinan,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyebut dampak tersebut akan mulai terukur secara resmi pada 2025 melalui pendataan Badan Pusat Statistik (BPS). Pemerintah daerah bahkan memastikan setiap kegiatan publik memiliki efek ekonomi yang dapat diukur.

“Pak Bupati selalu menekankan setiap kegiatan seperti ini harus ada dampak ekonominya. Karena itu beliau meminta BPS untuk turun langsung melakukan survei, dan kami didampingi dalam prosesnya,” katanya mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....