Antisipasi Kelangkaan, Pemkot Mataram Petakan 399 Pangkalan Elpiji Subsidi

  • 01 Mei 2026 21:15 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram bergerak cepat merespons potensi kelangkaan elpiji subsidi 3 kilogram dengan melakukan pemetaan menyeluruh terhadap 399 pangkalan yang tersebar di seluruh wilayah kota. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya permintaan gas elpiji, terutama menjelang momen hari besar keagamaan seperti musim haji.

Asisten II Setda Kota Mataram, H. Miftahurrahman, menjelaskan bahwa lonjakan kebutuhan elpiji tidak terlepas dari tingginya aktivitas masyarakat selama musim ibadah haji dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

“Kami mengidentifikasi adanya peningkatan permintaan yang cukup signifikan. Ini dipicu oleh momen hari besar, termasuk musim haji, yang berdampak pada konsumsi elpiji di masyarakat,” ujarnya Jumat, 1 Mei 2026.

Selain faktor musiman, Miftahurrahman juga menyoroti munculnya isu kenaikan harga yang memicu kepanikan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut mendorong terjadinya panic buying yang berpotensi memperparah distribusi elpiji di lapangan.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak panik. Stok di tingkat agen hingga pangkalan sejatinya masih berjalan sesuai jadwal distribusi,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Mataram melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) telah turun langsung melakukan pemantauan ke sejumlah pangkalan. Hasilnya, ditemukan adanya ketimpangan akses, di mana stok elpiji tersedia di pangkalan, namun tidak selalu mudah dijangkau oleh masyarakat di tingkat pengecer atau rumah tangga.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah melakukan evaluasi distribusi dengan memetakan lokasi pangkalan yang berdekatan atau bahkan berhimpitan. Tujuannya adalah untuk menilai efektivitas penyaluran serta memastikan distribusi lebih merata.

“Kami akan evaluasi pangkalan yang posisinya terlalu berdekatan, agar aliran distribusi bisa lebih optimal dan tepat sasaran,” ucap Miftahurrahman.

Dalam pemetaan tersebut, pemerintah juga akan mendata secara rinci jumlah pasokan yang diterima masing-masing pangkalan, yang saat ini berkisar antara 100 hingga 200 tabung dengan frekuensi pengiriman dua hingga tiga kali dalam seminggu. Tidak hanya itu, identifikasi konsumen juga dilakukan guna memastikan elpiji subsidi benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak di wilayah setempat.

“Pendataan ini penting untuk menghindari adanya pembelian dari luar wilayah yang bisa mengganggu keseimbangan distribusi. Kami ingin memastikan elpiji subsidi ini tepat sasaran,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....