Pelatihan Tata Boga di Bima Dorong Pemuda Jadi Agen Perubahan Ekonomi Desa
- 30 Apr 2026 17:37 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima — Pelatihan kewirausahaan yang digelar di Kabupaten Bima tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan pemuda, tetapi juga menjadi bagian dari strategi sosial dalam menekan angka kemiskinan, pengangguran, dan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
Program Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Tingkat Provinsi 2026 yang berlangsung di Hotel Parewa selama tiga hari menghadirkan pendekatan yang lebih luas dibanding pelatihan keterampilan biasa. Pemerintah menempatkan kewirausahaan sebagai instrumen pemberdayaan pemuda sekaligus solusi penguatan ekonomi desa.
Sebanyak 40 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bima mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari kelompok usia produktif 16–30 tahun dan sebagian besar telah memiliki ketertarikan atau aktivitas di bidang usaha kuliner.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB, H. Tarmidzi, S.Kom., ME, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam membangun karakter pemuda yang produktif.
Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini bukan hanya keterbatasan lapangan kerja, tetapi juga pengaruh negatif lingkungan yang dapat menghambat perkembangan potensi mereka.
“Pemuda perlu diarahkan agar memiliki keterampilan, semangat usaha, dan tujuan hidup yang jelas. Ketika mereka memiliki usaha dan produktif secara ekonomi, maka risiko terhadap persoalan sosial dapat ditekan,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi pengolahan makanan, pemahaman nilai gizi, standar keamanan pangan, kreativitas menu, hingga strategi pemasaran produk berbasis digital.
Materi lain yang menjadi perhatian adalah edukasi tentang personal branding, wawasan kebangsaan, dan sosialisasi bahaya narkoba yang disampaikan oleh pihak Badan Narkotika Nasional.
Kegiatan praktik menjadi salah satu bagian yang paling diminati peserta. Selama dua hari, para peserta langsung memproduksi aneka kue dan olahan kuliner yang kemudian dievaluasi sebagai bagian dari pembelajaran usaha.
Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima, Drs. Syahrul, mengatakan pelatihan semacam ini perlu terus diperluas karena dapat membuka ruang tumbuhnya wirausaha muda di daerah.
Menurutnya, generasi muda tidak hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan pekerjaan.
“Harapannya, setelah pelatihan ini selesai akan muncul pelaku usaha baru yang mampu bersaing dan meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus membantu pembangunan daerah,” katanya.
Pemerintah daerah berharap pelatihan kewirausahaan dapat menjadi langkah awal dalam membangun desa-desa berdaya dengan pemuda sebagai aktor utama penggerak ekonomi lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....