Pemkot Mataram Kebut Pasar Ikan Bersih KNMP

  • 30 Apr 2026 17:25 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram mempercepat penataan aktivitas perdagangan ikan yang selama ini dinilai semrawut di kawasan Kebon Talo dengan menyiapkan anggaran Rp900 juta untuk pembangunan pasar ikan bersih terintegrasi dengan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Bintaro pada tahun 2026.

Kebijakan ini diambil sebagai solusi atas keluhan masyarakat terkait kondisi lapak yang kurang tertata serta gangguan lalu lintas di jalur utama menuju objek wisata Senggigi. Aktivitas jual beli yang kerap memanfaatkan badan jalan dinilai mengurangi kenyamanan dan membahayakan pengguna jalan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, H. Lalu Lawan Basri, mengatakan bahwa alokasi anggaran tersebut menjadi bentuk keseriusan pemerintah dalam menata kawasan perdagangan ikan sekaligus meningkatkan kualitas sektor perikanan.

“Kami sudah mengalokasikan sekitar Rp900 juta untuk kelanjutan pembangunan pasar ikan bersih tahun 2026. Ini sebagai kepastian bahwa pembangunan tetap berjalan dan segera dituntaskan,” ujarnya, Rabu 30 April 2026.

Menurutnya, pembangunan pasar ikan bersih tidak hanya sekadar memindahkan lokasi pedagang, tetapi juga menghadirkan sistem perdagangan yang lebih higienis, tertata, dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Pasar ini dirancang sebagai ruang jual beli yang modern, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Setelah pembangunan rampung, puluhan pedagang yang saat ini berjualan di Kebon Talo dan depan Makam Bintaro akan direlokasi ke dalam kawasan KNMP. Relokasi ini diharapkan mampu mengurai kepadatan sekaligus menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih tertib.

“Kami berkomitmen agar pasar ikan bersih ini terintegrasi dengan KNMP yang saat ini juga sedang dibangun. Ini bagian dari penataan kawasan pesisir secara menyeluruh,” tambahnya.

Lebih jauh, integrasi pasar ikan dengan KNMP menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendukung program nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Melalui konsep ini, kampung nelayan tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai kawasan produktif yang terhubung dari hulu hingga hilir.

"Program tersebut mencakup seluruh rantai usaha perikanan, mulai dari penangkapan, pengolahan, hingga pemasaran, sehingga mampu menciptakan daya saing yang lebih kuat," katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....