Deputi Kemenko Perekonomian Beri Dukungan Penuh Bagi Lotim
- 29 Apr 2026 18:24 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Haerul Warisin, menyampaikan bahwa Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Umum Milik Negara (BUMN) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, memberikan dukungan penuh dalam berbagai program yang dijalankan. Ini termasuk memberikan apresiasi atas berbagai capaian Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.
“Deputi Ferry yang juga merupakan bagian dari Satgas TP2DD Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Pusat menyampaikan apresiasinya atas berbagai pencapaian Lombok Timur, termasuk keberhasilan kami membawa pulang dua penghargaan sekaligus, yaitu kinerja TPID dan TP2DD yang berdedikasi tinggi serta kontribusi terbaik,” ujar Bupati, Rabu, 29 April 2026.
Menurutnya, sebagai bentuk apresiasi tersebut, pemerintah pusat menjanjikan dukungan berupa dana insentif yang dapat dimanfaatkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2026.
“Beliau juga menjanjikan bahwa dana insentif tersebut dapat dimanfaatkan dalam APBD Perubahan 2026 ini,” tambahnya.
Selain itu, Ferry Irawan juga menyatakan komitmennya untuk membantu pengurusan izin karantina industri porang yang menjadi salah satu syarat ekspor ke Tiongkok. Tidak hanya itu, dukungan juga akan diberikan dalam bentuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya bagi pengelola BUMD.
“Beliau juga menjanjikan pelatihan bagi manajer BUMD Lombok Timur sebagai bentuk dukungan terhadap komitmen kami dalam mengoptimalkan peran BUMD,” ucap Bupati.
Ferry Irawan juga berharap Lombok Timur tetap mampu mengoptimalkan potensi daerah meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Hal ini tentunya dengan memperkuat koordinasi dan sinergi dengan pemerintah pusat.
Dalam audiensi yang berlangsung di Jakarta tersebut, Bupati Haerul Warisin didampingi Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik turut memaparkan kondisi dan perkembangan perekonomian Lombok Timur.
“Kami juga menyampaikan kondisi perekonomian Lombok Timur, termasuk upaya stabilisasi harga cabai melalui kerja sama antar daerah dengan Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu,” kata Bupati.
Ia menjelaskan bahwa upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif, terlihat dari terkendalinya harga kebutuhan pokok. Harga kebutuhan pokok di Lombok Timur pada pekan ketiga April relatif terkendali, yang tercermin dari Indeks Perkembangan Harga yang menurun sebesar 2,06 persen.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta memperkuat peran BUMD melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Terkait kinerja BUMD, Bupati menyebutkan bahwa saat ini total dividen dari enam BUMD mencapai lebih dari Rp20 miliar.
“Kontributor terbesar berasal dari PT Bank NTB Syariah sebesar Rp15 miliar dan PT Selaparang Finansial sebesar Rp2,3 miliar,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai tantangan dalam pengembangan BUMD. Tari tantangan yang dihadapi, mulai dari akselerasi kompetensi SDM, literasi dan sinkronisasi regulasi, integritas dan ketepatan pelaporan, hingga ekspansi dan penetrasi pasar.
Untuk itu, pemerintah daerah terus berupaya melakukan berbagai langkah perbaikan. Diantaranya terus berinvestasi pada peningkatan kompetensi dan profesionalisme karyawan, memperkuat kepatuhan dan disiplin pelaporan, serta mendorong koordinasi dan inovasi dalam pengelolaan BUMD.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....