Remaja Terhanyut Arus Sungai, Ditemukan Meninggal Dunia

  • 29 Apr 2026 11:43 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Tragedi terseret arus sungai seorang remaja terjadi di Kabupaten Lombok Barat. Nune Djumbuhulhaq (13), yang sebelumnya dilaporkan hanyut di aliran sungai kawasan Perumahan Griya Menang Asri, Desa Kuripan, akhirnya ditemukan pada Rabu, 29 April 2026 dalam kondisi meninggal dunia, setelah dua hari pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.

Peristiwa memilukan ini bermula pada Selasa, 28 April 2026 sekitar pukul 16.20 WITA. Saat itu, korban tengah bermain bola bersama teman-temannya di bantaran sungai. Nahas, bola yang terjatuh ke sungai membuat korban berusaha mengambilnya. Diduga terpeleset di tepi sungai yang licin, tubuh korban langsung terseret arus deras dan hilang dari pandangan.

Kabar hilangnya korban segera dilaporkan ke pihak berwenang. Kantor SAR Mataram pun bergerak cepat dengan mengerahkan tim rescue. Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, BPBD, Damkarmat, Satpol PP, Tagana, hingga relawan dan masyarakat setempat yang bahu-membahu menyusuri aliran sungai.

Pencarian dilakukan secara menyeluruh, dengan metode penyisiran di sekitar lokasi kejadian hingga sepanjang aliran sungai, serta penyelaman di titik-titik yang dicurigai. Upaya tersebut berlangsung tanpa henti di bawah pengawasan langsung Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram, Bustanil.

Memasuki hari kedua pencarian, titik terang akhirnya ditemukan. Pada Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 10.20 WITA, tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi mengambang sekitar satu kilometer dari lokasi awal kejadian.

“Setelah ditemukan pada hari kedua pencarian, korban langsung dievakuasi menuju rumah duka,” ujar Koordinator Lapangan, Dewa Gede Kerta, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dihentikan. Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya bermain di sekitar aliran sungai, terutama saat arus sedang deras, serta pentingnya pengawasan terhadap anak-anak demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....