BBPOM Mataram Perkuat Keamanan Pangan di Lombok Timur Lewat Kolaborasi

  • 28 Apr 2026 14:25 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID- Lombok Timur – Upaya meningkatkan keamanan pangan di Lombok Timur terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, sekolah, pelaku usaha, hingga masyarakat. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram menggelar kegiatan intervensi Program Nasional Keamanan Pangan sebagai langkah memperluas pengawasan dan edukasi terhadap pangan aman di lingkungan sekolah, desa, dan pasar.

Kegiatan yang berlangsung pada 27 April 2026 itu menjadi bagian dari strategi nasional dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan. Program tersebut menitikberatkan pada kolaborasi antarinstansi guna memperkuat sistem pencegahan terhadap pangan berisiko yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abaso Mataram, S.Si, Apt, mengatakan bahwa keberhasilan penerapan keamanan pangan tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, dukungan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pangan yang aman dan sehat.

Ia mengapresiasi prestasi SDN 3 Selong yang berhasil meraih juara tiga tingkat nasional regional tengah dalam lomba penerapan keamanan pangan sekolah.

"Pencapaian tersebut dinilai menjadi contoh nyata bahwa budaya keamanan pangan dapat diterapkan secara konsisten di lingkungan pendidikan," jelasnya.

Pada tahun 2026, BBPOM di Mataram merencanakan intervensi terhadap tujuh sekolah di Lombok Timur. Program tersebut tidak hanya menitikberatkan pada edukasi, tetapi juga pendampingan dan evaluasi agar penerapan keamanan pangan dapat berjalan berkelanjutan.

Yogi menjelaskan bahwa tantangan keamanan pangan masih cukup besar, terutama di lingkungan sekolah dan pasar tradisional.

"Risiko kontaminasi pangan, baik secara kimia, biologi, maupun fisika, masih menjadi penyebab munculnya kasus keracunan yang melibatkan banyak korban," ujarnya.

Selain itu, rendahnya pemahaman masyarakat terkait penyimpanan produk dan tanggal kedaluwarsa masih menjadi persoalan. Produk pangan yang belum melewati masa kedaluwarsa tidak selalu aman jika proses penyimpanan tidak sesuai standar.

Dalam kesempatan tersebut, BBPOM juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap penggunaan bahan berbahaya seperti boraks serta peredaran produk tanpa izin edar. Pelaku usaha didorong untuk mengurus perizinan secara mandiri agar proses distribusi pangan lebih terjamin keamanannya.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk dukungan lintas sektor terhadap upaya penguatan keamanan pangan. Komitmen tersebut diharapkan dapat memperkuat peran pemerintah daerah dan masyarakat dalam mencegah risiko keracunan pangan di Lombok Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....