39.847 Warga Dompu Masuk Desil 1

  • 27 Apr 2026 10:17 WIB
  •  Mataram

RRI CO.ID, Dompu — Sebanyak 39.847 warga Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, tercatat dalam Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS) Next Generation Kementerian Sosial RI sebagai kelompok desil 1 atau miskin ekstrem.

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan data kemiskinan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat 31.270 jiwa atau 11,15 persen.

Pemerintah Kabupaten Dompu pun menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada tahun 2027. Target tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan penanggulangan kemiskinan, dari kondisi tahun 2025 yang berada di angka 0,27 persen.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dompu, Yani Hartono, menjelaskan bahwa data SIKS mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang digunakan pemerintah pusat dalam menentukan sasaran bantuan sosial.

“DTSEN membagi masyarakat dalam 10 desil berdasarkan tingkat kesejahteraan. Desil 1 merupakan kelompok paling bawah atau miskin ekstrem yang menjadi prioritas utama intervensi,” ujarnya, Senin, 27 April 2026.

Ia menambahkan, kelompok desil 1 mendapatkan bantuan melalui program seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan. Sementara untuk jaminan kesehatan, cakupan penerima meliputi masyarakat pada desil 1 hingga desil 4.

Berdasarkan DTSEN, jumlah penduduk Kabupaten Dompu mencapai 289.068 jiwa atau 91.935 keluarga.

Rinciannya, desil 1 sebanyak 11.438 keluarga atau 39.847 jiwa, desil 2 sebanyak 8.831 keluarga atau 30.680 jiwa, dan desil 3 sebanyak 8.801 keluarga atau 30.185 jiwa. Selanjutnya, desil 4 tercatat 8.115 keluarga atau 26.633 jiwa, serta desil 5 sebanyak 8.473 keluarga atau 26.180 jiwa. Sementara kelompok desil 6 hingga desil 10 mencapai 37.795 keluarga atau 119.690 jiwa.

Selain itu, terdapat 5.569 keluarga atau 10.073 jiwa yang belum masuk pemeringkatan, serta 2.913 keluarga atau 5.780 jiwa yang telah dinonaktifkan dari DTSEN.

“Data yang akurat menjadi kunci. Dengan itu, program penanganan kemiskinan bisa lebih efektif dan target nol persen kemiskinan ekstrem di 2027 dapat tercapai,” katanya.

Di sisi lain, data Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu bersama Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) tahun 2024, berdasarkan hasil verifikasi dan validasi 2023, mencatat jumlah kemiskinan ekstrem sebanyak 3.298 keluarga, serta kemiskinan sangat ekstrem sebanyak 1.956 keluarga.

Untuk mendukung perlindungan sosial, jumlah penerima Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Dompu per 1 April 2026 tercatat mencapai 124.098 jiwa.

Pemerintah daerah menilai perbedaan data antar sumber menjadi tantangan tersendiri dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Karena itu, sinkronisasi dan validasi data terus didorong agar program intervensi dapat lebih tepat sasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....