Puskesmas Gangga dan Pemdes Bentek Dorong Kesadaran Warga terhadap Bahaya Rabies

  • 25 Apr 2026 22:53 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara - Upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya rabies terus diperkuat di wilayah Kabupaten Lombok Utara. Pemerintah Desa Bentek bersama Dinas Kesehatan Lombok Utara dan Puskesmas Gangga menggelar sosialisasi penanganan Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) di Kantor Desa Bentek, Kamis 24 April 2026.

Kegiatan tersebut menjadi langkah preventif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko rabies, terutama terkait penanganan awal ketika terjadi gigitan hewan yang berpotensi menularkan virus mematikan tersebut.

Sosialisasi dihadiri Ketua Tim Kerja Surveilans Imunisasi Dinas Kesehatan Lombok Utara bersama jajaran tenaga kesehatan dari Puskesmas Gangga. Kehadiran tim kesehatan disambut langsung oleh Kepala Desa Bentek, Warna Wijaya, yang menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap edukasi kesehatan masyarakat.

Menurut Warna Wijaya, sosialisasi ini penting karena masih terdapat masyarakat yang belum memahami langkah tepat dalam menangani gigitan hewan penular rabies.

“Edukasi seperti ini sangat diperlukan agar masyarakat tidak panik, tetapi juga tidak mengabaikan risiko gigitan hewan. Penanganan cepat dapat mencegah dampak yang lebih serius,” ujarnya.

Dalam pemaparan yang disampaikan tim kesehatan, dijelaskan bahwa GHPR termasuk kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan cepat. Hewan seperti anjing, kucing, maupun kera dapat menjadi perantara penularan rabies apabila terinfeksi virus.

Petugas kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh luka gigitan, sekecil apa pun, karena virus rabies dapat menyerang sistem saraf dan berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Ketua Tim Kerja Surveilans Imunisasi Dinas Kesehatan Lombok Utara menjelaskan bahwa penanganan pertama setelah gigitan menjadi faktor penting dalam mencegah penyebaran virus.

“Langkah awal yang harus dilakukan adalah mencuci luka menggunakan sabun di bawah air mengalir selama 10 hingga 15 menit, kemudian memberikan antiseptik dan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Selain tindakan darurat, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan upaya pencegahan melalui vaksinasi hewan peliharaan secara berkala. Edukasi juga menekankan pentingnya menghindari kontak dengan hewan liar dan segera melapor kepada petugas kesehatan apabila terjadi kasus gigitan di lingkungan sekitar.

Puskesmas Gangga menilai keterlibatan pemerintah desa memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan informasi kesehatan kepada masyarakat. Kolaborasi antara tenaga kesehatan dan pemerintah desa diharapkan dapat memperkuat kesadaran warga mengenai bahaya rabies.

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Warga yang hadir memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung terkait langkah pencegahan, penanganan gigitan hewan, hingga prosedur memperoleh vaksin anti rabies.

Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Desa Bentek bersama Puskesmas Gangga berharap masyarakat semakin memahami pentingnya tindakan cepat dalam menangani kasus GHPR. Edukasi berkelanjutan dinilai menjadi kunci dalam meminimalkan risiko penyebaran rabies sekaligus meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....