Dari Mistis ke Logis! Museum NTB Hadirkan Night at The Museum

  • 25 Apr 2026 08:22 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai melakukan transformasi konsep layanan publik dengan menghadirkan program “Night at The Museum” (jelajah malam museum) yang akan dilaksanakan pada Agustus 2026. Inovasi ini menjadi langkah strategis untuk mengubah citra museum agar lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.

Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan “Museum Begawe” yang telah memasuki tahun ketiga. Ia menilai, pendekatan baru diperlukan agar museum tidak lagi dipandang sebagai ruang yang kaku dan membosankan.

“Night at The Museum itu kami hadirkan sebagai cara menikmati museum dengan cara yang berbeda, terutama di malam hari,” terangnya, Sabtu 25 April 2026.

Menurut Ahmad Nuralam, kegiatan malam hari akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang memiliki pola aktivitas berbeda. Museum tidak lagi terbatas pada kunjungan pagi hingga siang, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial di malam hari.

Ia menambahkan, konsep ini juga menghadirkan berbagai aktivitas seperti pemutaran film dokumenter bertema budaya lokal. Kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun kedekatan emosional masyarakat terhadap identitas daerah.

“Kami ingin menunjukkan bahwa museum bukan hanya tempat yang bisa dinikmati pagi atau siang, tapi juga malam hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ahmad Nuralam menegaskan bahwa museum harus beradaptasi dengan gaya hidup anak muda yang aktif di malam hari. Dengan demikian, museum bisa menjadi alternatif ruang publik yang relevan dan menarik.

Menurutnya, museum tidak hanya menjadi tempat melihat koleksi, tetapi juga ruang untuk berdiskusi, bermain, dan bersosialisasi. Hal ini menjadi bagian dari transformasi fungsi museum di era modern.

“Kita tahu anak muda banyak beraktivitas di malam hari, maka museum harus hadir di waktu itu,” kata Ahmad Nuralam.

Ahmad Nuralam juga menyoroti pentingnya perubahan paradigma masyarakat terhadap museum. Selama ini, museum kerap dipandang sebagai tempat yang dingin, jauh, dan bernuansa mistis.

Ia menilai pendekatan tersebut perlu diubah menjadi lebih rasional dan menyenangkan. Museum harus menjadi ruang yang hangat dan dapat diakses oleh semua kalangan.

“Kita ingin menggeser pendekatan dari magic ke logic, supaya museum terasa lebih hangat dan bisa diterima semua kalangan,” ujar Ahmad Nuralam.

Program ini direncanakan berlangsung selama lima hari pada Agustus mendatang sebagai puncak kegiatan “Museum Begawe”. Jika mendapat respons positif, konsep ini berpotensi dikembangkan menjadi agenda rutin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....