Friday Relax, Strategi Pemkot Mataram Hidupkan Ekonomi dan Ruang Sosial

  • 25 Apr 2026 07:58 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Pemerintah Kota Mataram bersama Bank NTB Syariah menghadirkan pendekatan berbeda dalam pembangunan kota melalui program Friday Relax 2026. Kegiatan yang digelar di ruang terbuka ini tak sekadar menjadi hiburan, tetapi dirancang sebagai ruang sosial dan ekonomi yang mempertemukan warga, pelaku UMKM, dan berbagai elemen kota.

Program ini merupakan kolaborasi antara Pemkot Mataram dan sektor perbankan daerah yang bertujuan menghidupkan ruang publik agar lebih produktif, inklusif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, menegaskan bahwa arah pembangunan kota saat ini tidak lagi berfokus pada infrastruktur semata, tetapi juga pada kualitas hidup manusia.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap sudut kota ini punya makna bagi masyarakat. Friday Relax bukan hanya kegiatan hiburan, tetapi ruang tumbuh bersama tempat masyarakat berinteraksi dan pelaku UMKM berkembang,” ujarnya, Jumat malam 25 April 2026.

Menurutnya, keberadaan ruang publik yang aktif menjadi indikator penting kota yang sehat secara sosial. Interaksi yang terbangun di ruang terbuka dinilai mampu memperkuat rasa memiliki warga terhadap kotanya.

“Ketika masyarakat punya ruang untuk berkumpul dan berbahagia, di situlah fondasi kota yang kuat terbentuk,” katanya.

Dari sisi ekonomi, kegiatan ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang. Perputaran ekonomi lokal meningkat seiring ramainya aktivitas warga di ruang publik tersebut.

Namun lebih dari itu, Friday Relax juga menjadi contoh nyata pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan daerah.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi seperti ini adalah energi besar. Ketika pemerintah dan dunia usaha bergerak bersama, manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” jelas Mohan.

Sementara itu, Direktur Bank NTB Syariah, Nazaruddin, mengungkapkan bahwa inisiatif ini juga lahir dari keinginan menghadirkan ruang relaksasi yang mudah diakses masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan ruang di mana masyarakat bisa melepas penat sekaligus tetap produktif. Ini bukan hanya soal kegiatan, tapi tentang menghadirkan pengalaman kota yang lebih hidup,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....