Mahasiswa Terseret Ombak di Pantai Kerandangan 2 Berhasil Diselamatkan

  • 24 Apr 2026 20:05 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Suasana tenang di kawasan wisata Pantai Kerandangan 2, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, mendadak berubah mencekam pada Kamis sore, 23 April 2026. Seorang mahasiswa berusia 19 tahun dilaporkan terseret gelombang tinggi saat berenang bersama rekan-rekannya di bibir pantai yang dikenal sebagai salah satu lokasi favorit menikmati matahari terbenam.

Peristiwa itu terjadi ketika rombongan mahasiswa dari Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) Mataram tiba di lokasi sekitar pukul 17.30 WITA. Rombongan berjumlah sekitar 10 orang tersebut datang untuk menikmati suasana sore di Pantai Kerandangan 2. Namun, enam orang di antaranya memutuskan turun ke laut untuk berenang tanpa menyadari kondisi ombak yang mulai berubah.

Korban berinisial AA, mahasiswa asal Dusun Kebun Montor, Desa Poh Gading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, ikut berenang bersama lima rekannya. Sekitar pukul 17.45 WITA, gelombang besar datang secara tiba-tiba dan langsung menyeret tubuh korban ke arah tengah laut. Arus yang deras membuat korban kesulitan menyelamatkan diri, sementara rekan-rekannya panik dan berteriak meminta bantuan.

Teriakan tersebut didengar oleh dua warga setempat, AK dan M, yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Tanpa ragu, keduanya langsung menerjang ombak demi menyelamatkan korban. Dengan keberanian dan upaya maksimal, mereka berhasil menarik korban kembali ke tepian pantai dalam kondisi lemas namun masih sadar.

Kepolisian Sektor Batulayar yang menerima laporan segera bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara. Kapolres Lombok Barat melalui Kapolsek Batulayar AKP I Putu Krisna Varananda membenarkan insiden tersebut.

“Benar, sekitar pukul 18.10 WITA piket SPKT Polsek Batulayar menerima laporan adanya warga yang terseret ombak di Pantai Kerandangan 2. Personel langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan cepat,” ujarnya.

Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke Puskesmas Meninting untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Petugas bersama warga memastikan kondisi korban tertangani dengan baik.

“Setelah dievakuasi ke darat, korban segera dilarikan ke Puskesmas Meninting agar mendapat penanganan medis,” katanya menegaskan.

Di fasilitas kesehatan tersebut, tim medis melakukan observasi untuk memastikan tidak ada komplikasi serius akibat insiden tenggelam. Berdasarkan laporan terakhir, kondisi korban menunjukkan perkembangan positif dan terus membaik. Keluarga korban juga telah mendampingi selama proses perawatan.

“Kondisi korban saat ini sudah lebih stabil dan terus membaik,” ucapnya.

Insiden ini menjadi pengingat serius bagi wisatawan agar tidak mengabaikan keselamatan saat beraktivitas di kawasan pantai, khususnya menjelang petang ketika kondisi gelombang dapat berubah sewaktu-waktu. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berenang terlalu jauh dan selalu memperhatikan situasi alam sekitar.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama saat berada di kawasan wisata pantai,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....