Baznas RI Dukung Transformasi RSUD Lombok Timur Menjadi Rumah Sehat Baznas
- 23 Apr 2026 18:00 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin didampingi Sekretaris Daerah menerima kunjungan kerja Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia H. Sodik Mudjahid beserta rombongan, Kamis 24 April 2026. Kunjungan tersebut diawali dengan peninjauan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lombok Timur yang berlokasi di Labuhan Haji.
Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi rumah sakit yang direncanakan akan beralih fungsi menjadi Rumah Sehat Baznas. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama RSUD Lombok Timur memaparkan kondisi terkini sekaligus menunjukkan fasilitas sarana dan prasarana yang dimiliki.
Saat ini RSUD Lombok Timur telah berstatus tipe D dengan akreditasi paripurna. Namun terdapat sejumlah alat kesehatan yang tidak bisa dipindahkan karena sudah terpasang secara permanen.
Usai melakukan peninjauan, Ketua Baznas RI melanjutkan agenda dengan bersilaturahmi bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Lombok Timur di Pendopo Bupati. Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin memaparkan sejarah panjang pengelolaan zakat di Lombok Timur, yang dimulai dari Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2002 hingga terbentuknya Bazda.
Ia juga menjelaskan sejarah berdirinya RSUD Lombok Timur yang dibangun dari dana umat berupa zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
“Rumah sakit ini awalnya bernama RSI Kita, dibangun pada tahun 2017 di atas lahan milik pemerintah daerah dengan anggaran Rp30 miliar yang sepenuhnya bersumber dari dana ZIS masyarakat Lombok Timur. Selanjutnya fasilitas dan alat kesehatan dilengkapi melalui APBD,” ungkap Bupati.
Bupati menegaskan bahwa dengan rencana pengelolaan oleh Baznas RI, rumah sakit tersebut akan dikembalikan pada fungsi awalnya. “Kami berharap dengan dikelola Baznas RI dan menjadi Rumah Sehat Baznas, rumah sakit ini benar-benar kembali pada tujuan awalnya, yakni melayani masyarakat kurang mampu,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapannya terkait dukungan fasilitas ke depan. “Kami berharap Baznas RI dapat membantu melengkapi peralatan RSUD yang akan dipindahkan ke Masbagik, mengingat banyak alat yang tidak bisa dipindahkan. Apalagi bantuan alat kesehatan senilai Rp30 miliar dari Kementerian Kesehatan baru akan terealisasi pada tahun 2027 dan itu pun masih belum mencukupi,” tambahnya.
Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 1,5 juta jiwa, kebutuhan layanan kesehatan dinilai masih tinggi. Pemindahan RSUD ke Masbagik diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan.
Sementara itu, Ketua Baznas RI H. Sodik Mudjahid mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kemandirian Pemkab Lombok Timur dan para muzaki yang mampu membangun rumah sakit dari dana zakat. Ini merupakan contoh nyata bagaimana zakat bisa memberikan dampak besar,” ujar Sodik.
Ia menegaskan komitmen Baznas dalam mendukung pengembangan rumah sakit tersebut. “Baznas siap mendukung pembangunan Rumah Sehat Baznas di Lombok Timur melalui kolaborasi antara Baznas pusat, provinsi, dan daerah, termasuk dalam penyediaan peralatan dan fasilitas lainnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan arah kebijakan Baznas ke depan. “Ke depan, Baznas akan mengubah pola dari sekadar charity menjadi lebih terlembaga, mencakup sektor kesehatan, pendidikan, UKM, dan peternakan. Kami ingin memastikan bahwa zakat memberikan dampak yang berkelanjutan,” ucapnya.
Ia juga menyoroti potensi besar zakat yang belum tergarap optimal. Menurutnya potensi zakat, infak, dan sedekah masih sangat besar sehingga jika dikelola dengan baik dan modern, maka masyarakat dapat hidup lebih sejahtera.
Menutup pernyataannya, Sodik menegaskan komitmen Baznas untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah. “Kami berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung program di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial, kebencanaan, dan perumahan, serta membangun ekonomi umat yang lebih kuat,” ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....