Korban Terseret Arus di Tiu Bombong Ditemukan Meninggal

  • 21 Apr 2026 10:14 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara - Upaya pencarian terhadap korban terseret arus di kawasan Air Terjun Tiu Bombong, Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, berakhir duka. Tim SAR gabungan menemukan Rozi Herliawan (25), warga Dusun Sepakok, Desa Santong, dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa pagi 21 April 2026.

Korban ditemukan sekitar pukul 06.30 WITA, atau hanya berselang 30 menit sejak operasi pencarian hari kedua dimulai. Tim yang menyisir aliran sungai bersama warga setempat menemukan korban dalam posisi mengambang tidak jauh dari lokasi awal dilaporkan hilang.

Koordinator Unit Siaga SAR Bangsal, I Gusti Komang Aryadana, mengatakan setelah korban ditemukan, tim langsung melakukan prosedur evakuasi sesuai standar.

“Setelah korban ditemukan, kami langsung melakukan pengamanan lokasi, dilanjutkan proses identifikasi oleh pihak kepolisian sebelum jenazah dievakuasi,” ujarnya mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi.

Ia menjelaskan, medan di sekitar air terjun yang cukup ekstrem menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi. Tim membutuhkan waktu cukup lama untuk melakukan persiapan sebelum membawa jenazah keluar dari lokasi.

“Kontur wilayah yang terjal dan licin membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati demi keselamatan tim,” katanya.

Proses evakuasi melalui jalur darat berlangsung cukup berat. Tim harus menempuh perjalanan sekitar 50 menit dari titik penemuan menuju lokasi ambulans yang telah disiapkan.

Sekitar pukul 09.50 WITA, tim akhirnya tiba di titik jemput dan langsung membawa jenazah menggunakan ambulans desa menuju Puskesmas Santong untuk pemeriksaan medis.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah langsung kami serahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman,” tambahnya.

Peristiwa nahas ini bermula pada Senin (20/4/2026) siang. Korban diketahui tengah mandi bersama dua rekannya di kawasan air terjun. Namun, kondisi cuaca yang tiba-tiba memburuk menyebabkan debit air meningkat drastis.

Arus deras yang datang secara mendadak membuat korban tidak sempat menyelamatkan diri dan terseret aliran sungai.

Pihak SAR juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan wisata alam, khususnya saat kondisi cuaca tidak menentu.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan tidak memaksakan aktivitas di kawasan berisiko tinggi seperti air terjun,” tegas Aryadana.

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Mataram, Unit Siaga SAR Bangsal, Polsek Kayangan, Koramil Gangga, Damkar Pos Kayangan, Barasiaga, Relawan GPA Santong, Rimba Raya Bentek, PMI Gangga, serta dukungan masyarakat setempat.

Dengan ditemukannya korban dan telah diserahkan kepada keluarga, operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....