Windi Marlini Pimpin DWP NTB, Istri ASN Diminta Jaga Integritas
- 21 Apr 2026 09:46 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Windi Marlini Pimpin DWP NTB
- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
RRI.CO.ID, Mataram - Windi Marlini Abul Chair resmi menjabat sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk masa bakti 2024–2029. Serah terima jabatan berlangsung di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Senin, 20 April 2026.
Dalam pidato perdananya, Windi menekankan peran strategis anggota DWP sebagai pendamping Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama dalam menjaga integritas dan profesionalisme dalam pelayanan publik. “Sebagai istri ASN, kita memiliki tanggung jawab moral menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis. Dukungan dari rumah menjadi energi bagi suami untuk tetap bekerja profesional dan berintegritas,” kata Windi.
Ia juga mengapresiasi kepengurusan sebelumnya atas berbagai program yang telah dijalankan. Menurutnya, kesinambungan program menjadi kunci untuk memperkuat organisasi ke depan.
Windi mengajak seluruh anggota DWP NTB aktif dalam program pemberdayaan, terutama di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Ia berharap organisasi tersebut tidak hanya menjadi ruang pengembangan diri, tetapi juga memberi dampak bagi masyarakat luas.
Penjabat Ketua DWP NTB sebelumnya, Dewi Sentanawati Faozal, secara resmi menyerahkan kepemimpinan kepada Windi. Dalam sambutannya, Dewi menyampaikan terima kasih atas dukungan pengurus selama masa transisi.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh pengurus. Mohon maaf apabila selama kebersamaan terdapat hal yang kurang berkenan,” ujarnya.
Sekretaris Daerah NTB Abul Chair, yang hadir sebagai penasihat DWP, menilai pergantian kepemimpinan sebagai estafet organisasi yang harus dijalankan dengan hati-hati dan kolaboratif. Ia menekankan pentingnya program kerja yang terarah dan memiliki indikator keberhasilan.
“Jangan bekerja sekadar rutinitas. Setiap program harus memiliki tujuan dan manfaat yang terukur,” kata Abul.
Ia juga mengingatkan pentingnya proses regenerasi dalam organisasi. Menurut dia, transfer pengetahuan dari pengurus lama kepada yang baru menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan.
“Belajar dari senior itu penting agar organisasi tetap berjalan berkesinambungan. Tujuan kita harus sama,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....