Kembali Anak di Lombok Timur, Menjadi Korban Gigitan Anjing Liar
- 20 Apr 2026 19:10 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Seorang anak di wilayah Montong Dangah, Dusun Batu Son, Desa Sakra Selatan, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, menjadi korban gigitan anjing liar saat bermain di sekitar rumahnya, Senin, 20 April 2026. Korban diketahui bernama M. Muzawir Hawari (11), seorang pelajar sekolah dasar menjadi korban saat tengah bermain bola bersama teman-temannya di area persawahan dekat rumah.
Menurut keterangan pihak kepolisian, insiden bermula ketika korban dan teman-temannya melihat sekelompok anjing liar yang sedang mengejar ayam milik warga. Anak-anak tersebut kemudian berusaha menghalau anjing-anjing itu, namun, gerombolan anjing justru berbalik mengejar mereka.
Dalam situasi tersebut, korban berada di posisi paling belakang sehingga menjadi sasaran gigitan sekitar tiga ekor anjing. Akibatnya, korban mengalami luka di bagian kaki, paha, tangan, dan punggung.
Korban kemudian segera ditolong oleh seorang saksi yang berada di lokasi, sebelum akhirnya dibawa ke Puskesmas Lepak untuk mendapatkan penanganan medis. Petugas kesehatan telah memberikan vaksinasi serta antibiotik guna mencegah infeksi dan ini, korban masih menjalani perawatan dan kondisinya dilaporkan mulai membaik.
Kapolsek Sakra IPTU I Nyoman Astika bersama jajaran, termasuk Bhabinkamtibmas Desa Sakra Selatan, langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), memantau kondisi korban, serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Polisi juga telah melakukan langkah-langkah penanganan, di antaranya mendatangi TKP, mengecek kondisi korban di fasilitas kesehatan, meminta keterangan korban.
Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Rusmaladi, menjelaskan bahwa dugaan sementara anjing-anjing tersebut dalam kondisi lapar, mengingat sebelumnya terlihat mengejar ayam milik warga.Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap keberadaan hewan liar di lingkungan sekitar.
Orang tua diminta untuk mengawasi anak-anak agar tidak mendekati atau mengganggu anjing liar.
“Jika bertemu anjing liar, tetap tenang, jangan lari atau berteriak. Mundur perlahan tanpa menatap matanya,” imbaunya.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak membiarkan hewan peliharaan berkeliaran tanpa pengawasan serta segera melaporkan kepada aparat setempat jika menemukan anjing liar yang agresif.
Pihak kepolisian bersama instansi terkait akan berkoordinasi lintas sektor guna melakukan penertiban hewan liar sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang. Polisi menegaskan bahwa keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak, menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....