Pemda Lotim Rancang Integrasi Masjid At-Taqwa Pancor dengan Ruang Publik

  • 20 Apr 2026 18:53 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat. Selain merencanakan revitalisasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong, Pemda juga menggagas integrasi Masjid Besar At-Taqwa Pancor dengan Ruang Terbuka Publik (RTP) di sekitarnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, mengungkapkan bahwa konsep tersebut mengadopsi penataan Masjid Besar Masbagik yang kini telah terhubung dengan ruang publik. Saat ini, pemerintah tengah melakukan pengkajian administratif dan prosedur pengelolaan aset guna memastikan proses hibah atau pemanfaatan lahan tambahan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Terkait usulan perluasan lahan Masjid Besar At-Taqwa Pancor, Sekda menjelaskan bahwa pemerintah harus melalui tahapan kajian administrasi sesuai prosedur. Proses tersebut umumnya diawali dengan penyerahan hak pengelolaan selama dua tahun sebelum dapat ditingkatkan menjadi hibah penuh.

“Pak Bupati telah memberikan arahan agar kajian ini segera diselesaikan sehingga aset tersebut dapat dikelola optimal oleh pengurus masjid demi kemaslahatan jamaah,” ujar Sekda, Senin, 20 April 2026

Pemda Lombok Timur menegaskan bahwa perhatian terhadap pengembangan masjid merupakan bagian dari upaya mewujudkan masyarakat religius dan modern. Dukungan tersebut dilakukan baik melalui pendanaan APBD maupun penyediaan fasilitas aset.

Berdasarkan data Sistem Informasi Kementerian Agama, terdapat 1.435 masjid di Lombok Timur yang tersebar dalam berbagai kategori. Diantaranya mulai dari masjid jami, masjid besar tingkat kecamatan, hingga masjid agung tingkat kabupaten.

Untuk revitalisasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar dari APBD yang akan disalurkan secara bertahap selama tiga tahun. Revitalisasi ini juga akan mengintegrasikan kawasan masjid dengan Taman Tugu di depan Pendopo guna menciptakan ruang publik yang representatif.

Sekda juga mengapresiasi integritas pengurus masjid, khususnya di Pancor, yang dinilai mampu menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan dan transparansi.

"Kami di pemerintahan justru harus belajar dari manajemen masjid. Pengurus bekerja tanpa gaji, tetapi mampu menjaga amanah dengan sangat baik. Tradisi transparansi di Pancor menjadi standar moral yang tinggi,” ungkapnya.

Dengan jumlah penduduk Lombok Timur yang mendekati 1,5 juta jiwa, Sekda menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun peradaban sosial. Ia berharap Masjid Besar At-Taqwa Pancor tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi dan pendidikan umat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....