HUT Ke-68 Lombok Barat Bangkit Dorong Ekonomi Desa Melalui Patju Begawean

  • 17 Apr 2026 12:20 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2026 resmi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68, Jumat 17 April 2026 dengan mengusung tema besar “Patju Begawean” yang menekankan semangat kerja kolektif dalam memperkuat pembangunan dari desa sebagai fondasi ekonomi daerah.

Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), menegaskan usia 68 tahun bukan sekadar perjalanan administratif, melainkan refleksi panjang perjuangan daerah dalam membangun kesejahteraan masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan. Ia menyebut tema “Patju Begawean” sebagai energi moral yang harus hidup dalam setiap langkah pembangunan.

“Patju itu adalah ketekunan yang tidak mudah menyerah, sementara begawean adalah kerja nyata yang harus terus diwujudkan. Ketika keduanya bersatu, maka lahirlah kerja tulus dan hasil yang membawa manfaat,” ujarnya.

Dalam momentum satu tahun kepemimpinan LAZ bersama Wakil Bupati Hj. Nurul Adha (UNA), berbagai capaian pembangunan mulai menunjukkan hasil yang signifikan di berbagai sektor strategis, terutama penguatan sumber daya manusia dan infrastruktur dasar.

Salah satu indikator penting adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang naik dari 72,70 pada 2024 menjadi 73,52 pada 2025. Peningkatan ini mencerminkan perbaikan layanan pendidikan dan kesehatan yang semakin inklusif di tengah masyarakat.

Di sisi lain, tingkat kemiskinan di Lombok Barat juga mengalami penurunan dari 12,65 persen menjadi 11,90 persen pada 2025. Bahkan angka kemiskinan ekstrem berhasil ditekan hingga 0,35 persen dari sebelumnya 1,57 persen. Capaian ini menjadi bukti adanya intervensi kebijakan yang lebih terarah dan menyentuh kebutuhan masyarakat bawah.

“Penurunan angka kemiskinan ini bukan kebetulan, tetapi hasil kerja bersama seluruh elemen daerah yang terus bergerak,” katanya.

Pada sektor infrastruktur, pemerintah daerah mencatat percepatan pembangunan jalan sepanjang 8,04 kilometer yang tersebar di beberapa ruas strategis, seperti Telaga Waru–Pagutan, Batu Kute–Kramajaya, Lendang Re–Menjut, Tanak Beak–Gebong, hingga Aik Ampat–Menang. Selain itu, peningkatan jembatan juga dilakukan di sejumlah titik penting seperti Jembatan Belongas, Jembatan Gerung, dan Jembatan Nambung.

Tidak hanya itu, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) juga menjadi perhatian utama, termasuk jaringan perpipaan yang telah menjangkau wilayah kepulauan Gili Gede. Warga yang sebelumnya kesulitan air bersih kini dapat menikmati layanan langsung dari keran rumah masing-masing tanpa harus mengangkut air menggunakan perahu.

“Ini adalah bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.

Di sektor perumahan, pemerintah telah merehabilitasi sekitar 579 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan menargetkan peningkatan menjadi 869 unit pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu.

Sementara itu, dalam pengembangan pariwisata, pembangunan Dermaga Senggigi dan jogging track menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali sektor wisata sebagai penggerak ekonomi daerah. Penataan kawasan juga dilakukan melalui revitalisasi Taman Kota, Koloseum, Bundaran Giri Menang Square, hingga pembangunan Alun-Alun Giri Menang Park.

Perubahan wajah ibu kota daerah kini mulai terlihat dengan hadirnya ruang publik yang lebih modern, sehat, dan ramah interaksi sosial masyarakat.

“Penataan kota ini bukan sekadar estetika, tetapi untuk menghadirkan ruang hidup yang produktif bagi masyarakat,” katanya.

Dari sisi pelayanan publik, pemerintah daerah juga memperkuat infrastruktur pendukung melalui pemasangan 688 titik penerangan jalan, pengadaan kendaraan operasional seperti mobil crane, mobil pemadam kebakaran, serta armada pengangkut sampah.

Di bidang ketenagakerjaan, Pemkab Lombok Barat mencatat capaian besar dengan menghadirkan 5.149 lowongan kerja melalui job fair terbesar di Nusa Tenggara Barat, yang membuka peluang kerja luas bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Dari sektor ekonomi, pertumbuhan daerah tercatat mencapai 4,19 persen dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp223,8 miliar atau melampaui target hingga 107 persen. Keberhasilan ini ditopang oleh kebijakan pro-rakyat, termasuk subsidi bunga pinjaman mikro sebesar Rp2,1 miliar bagi pelaku UMKM.

Program pinjaman tanpa bunga bagi UMKM juga menunjukkan hasil signifikan. Jumlah pelaku usaha yang naik kelas meningkat dari 7.052 menjadi 11.797 pelaku usaha pada 2025 atau tumbuh 67,29 persen.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Karena itu kami terus mendorong mereka agar naik kelas dan lebih berdaya saing,” ujarnya menegaskan.

Sepanjang 2025, sebanyak 2.050 pelaku usaha telah merasakan manfaat langsung dari program pembiayaan tersebut dan akan terus diperluas pada tahun berikutnya sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis kerakyatan.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap momentum HUT ke-68 ini menjadi titik penguatan komitmen bersama dalam membangun daerah dari desa, memperkuat ekonomi rakyat, dan memperluas kesejahteraan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....