Kemenag Lombok Timur Tekankan Sinergi Lintas Elemen, Jaga Kerukunan Umat Beragama

  • 16 Apr 2026 14:23 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Timur, H. Shulhi, menegaskan pentingnya penguatan sinergi lintas elemen masyarakat dalam mengawal kerukunan umat beragama guna menjaga stabilitas keamanan daerah.

Hal tersebut disampaikan dalam diskusi kerukunan umat beragama yang melibatkan tokoh masyarakat, pimpinan pondok pesantren, perwakilan komunitas, serta unsur pemerintah di Lombok Timur, Rabu 15 April 2026.

Menurut Shulhi, peran tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat strategis sebagai garda terdepan dalam membangun komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam menyampaikan informasi yang benar dan menyejukkan.

“Kerukunan umat beragama sangat ditentukan oleh bagaimana kita mengelola dan menyampaikan informasi yang baik, benar, dan tepat kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, derasnya arus informasi di era digital saat ini menuntut adanya peran bersama untuk meluruskan informasi yang tidak benar atau belum terverifikasi. Menurutnya, penyebaran informasi yang keliru berpotensi menimbulkan kesalahpahaman hingga mengganggu keharmonisan sosial.

Shulhi juga mengingatkan bahwa dinamika global, termasuk yang terjadi di kawasan Timur Tengah, dapat memengaruhi persepsi dan kondisi sosial masyarakat di berbagai daerah, termasuk Indonesia. Karena itu, masyarakat diminta bijak dalam menyikapi setiap informasi yang beredar.

“Kondisi global yang terjadi saat ini tentu berdampak luas. Karena itu, kita perlu bijak dalam menyikapi informasi, agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Melalui sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan komunitas, ia berharap kerukunan umat beragama di Lombok Timur dapat terus terjaga sehingga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Selain itu, masyarakat juga diajak memperkuat kerukunan di ruang digital melalui sikap tabayun atau verifikasi informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya. Ajakan tersebut tertuang dalam Maklumat Kerukunan Digital bertajuk “Lawan Hoaks dengan Tabayun, Jaga Bumi Selaparang Tetap Rukun.”

Di tempat yang sama, Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Lombok Timur, H. Suwardi, mengatakan maklumat tersebut menegaskan bahwa setiap informasi yang diterima, terutama melalui media digital, harus disikapi dengan bijak karena tidak semua informasi yang beredar merupakan kebenaran.

Ia menekankan pentingnya melakukan pengecekan fakta dan memastikan sumber informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Menurutnya, hoaks dapat menjadi ancaman bagi persaudaraan dan berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat.

“Hoaks merupakan musuh persaudaraan. Karena itu masyarakat diimbau tidak mudah terpancing informasi yang memicu kebencian, serta menahan diri dari penyebaran fitnah,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan media sosial sebagai sarana mempererat silaturahmi, menyebarkan kebaikan, dan berbagi informasi yang bermanfaat. Setiap unggahan, lanjutnya, merupakan jejak digital yang akan dipertanggungjawabkan.

Sebagai daerah yang religius dan menjunjung tinggi adat istiadat, masyarakat Lombok Timur diharapkan dapat menjaga kehormatan daerah dengan tidak memberikan ruang bagi upaya-upaya yang dapat memecah belah persatuan melalui informasi provokatif.

Seruan tersebut diakhiri dengan ajakan bersama untuk menghentikan penyebaran hoaks demi menjaga persatuan dan kerukunan antarumat beragama, serta mewujudkan Lombok Timur yang sejahtera, maju, adil, religius, dan transparan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....