DLH Hadapi Kendala Pengangkutan Sampah SPPG

  • 15 Apr 2026 18:42 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Upaya pemilahan sampah di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Mataram menunjukkan hasil positif. Namun, di balik kepatuhan tersebut, persoalan baru muncul pada aspek pengangkutan dan skema kerja sama dengan pemerintah daerah.

Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Salikin, mengatakan seluruh SPPG telah memenuhi kewajiban pemilahan sampah. Hal ini tidak lepas dari syarat administrasi untuk memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan.

“Kalau dari hasil pengawasan teman-teman, SPPG taat semua. Karena itu memang bagian dari syarat mereka untuk SLHS,” ujarnya Rabu, 15 April 2026.

Meski demikian, persoalan muncul pada tahap lanjutan, yakni pengangkutan dan penanganan akhir sampah. Produksi sampah SPPG yang mencapai 100 hingga 300 kilogram per hari menuntut layanan angkut yang cepat dan responsif.

Kondisi ini membuat banyak SPPG memilih jalur mandiri dengan menggandeng pihak swasta atau masyarakat sekitar. Mereka menghindari keterlambatan pengangkutan yang berpotensi menimbulkan persoalan sanitasi.

“SPPG ini tidak mau sampahnya menginap sehari atau setengah hari. Itu tidak boleh, harus segera diangkut. Karena itu mereka butuh layanan cepat dan biasanya kerja sama dengan swasta atau masyarakat sekitar,” jelas Salikin.

Namun, langkah tersebut tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah. Sampah yang diangkut secara mandiri tetap bermuara ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS), sehingga sistem pengelolaan belum terintegrasi secara optimal.

Di sisi lain, DLH sebenarnya telah menawarkan kerja sama resmi melalui nota kesepahaman (MoU) agar pengangkutan dapat dilakukan secara terstruktur oleh pemerintah daerah. Skema ini juga diharapkan mampu mengoptimalkan pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan pendapatan retribusi.

Sayangnya, hingga Selasa (14/4/2026), belum ada satu pun SPPG yang menandatangani MoU tersebut. Seluruh pengelolaan sampah masih dilakukan secara mandiri, meski proses pemilahan telah berjalan.

“Sampai saat ini belum ada yang MoU. Mereka mengelola sampah sendiri, walaupun sudah dipilah. Tapi dalam pengangkutan, ada yang kerja sama dengan swasta, ada juga dengan petugas lingkungan. Jadi belum berjalan seperti yang kami rencanakan,” ungkapnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....