BRIDA Mataram Kaji Model Baru Atasi Sampah

  • 14 Apr 2026 18:20 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) mulai menyusun kajian mendalam terkait pengelolaan sampah berbasis pendekatan pentahelix. Langkah ini dilakukan untuk menjawab persoalan sampah yang dinilai belum optimal ditangani dengan pendekatan yang selama ini berjalan.

Kepala BRIDA Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa, menegaskan bahwa kajian tersebut tidak hanya bersifat akademis, tetapi harus mampu diterapkan secara nyata di lapangan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.

“Kita harus melibatkan OPD teknis yang akan mengimplementasikan di lapangan. Tidak bisa hanya pendekatannya akademik banget,” ujarnya Selasa, 14 April 2026.

Menurutnya, tantangan utama dalam pengelolaan sampah di Kota Mataram bukan sekadar menemukan metode, tetapi menjaga konsistensi implementasi di lapangan. Karena itu, kajian ini juga akan mengukur variabel-variabel yang paling sesuai dengan kondisi daerah.

"Sebenarnya sudah banyak program yang di lakukan untuk mengatasi persoalan sampah namun nanti dalam kajian nanti akan dirumuskan langkah terbaik agar program tersebut lebih terarah dan efektif," katanya.

BRIDA menekankan bahwa hasil kajian nantinya harus berbasis data yang akurat dan kontemporer, sekaligus menawarkan pola penanganan sampah yang lebih ramah lingkungan. Salah satu prinsip yang diusung adalah pendekatan 3E (ekologi, ekonomi, dan edukasi) dalam pengelolaan sampah.

Lebih jauh, Suwandiasa menyoroti bahwa selama ini berbagai metode sudah diterapkan, mulai dari maggot center hingga penggunaan insinerator. Namun, kontribusinya dinilai masih terbatas dalam mengurangi volume sampah secara signifikan.

“Misalnya insinerator hanya mampu mengurangi sekitar 20 persen. Begitu juga 3R tidak bisa dijadikan satu-satunya andalan. Harus ada kajian yang lebih komprehensif,” jelasnya.

Pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media dinilai menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Penanganan sampah dengan cara apapun tidak akan efektif kalau hanya satu pendekatan. Di sinilah pentingnya pentahelix,” ucapnya.

Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar perumusan kebijakan sekaligus panduan implementasi program pengelolaan sampah di Kota Mataram, dengan harapan mampu menghadirkan model yang lebih tepat, terukur, dan berkelanjutan.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap rekomendasi yang dihasilkan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan kesehatan masyarakat," kata Suwandiasa.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....