Lalu Lintas Ternak Sapi NTB Tembus Puluhan Ribu Ekor jelang Idul Adha 2026
- 14 Apr 2026 17:07 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu lumbung ternak nasional. Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, distribusi sapi dari wilayah ini mengalami lonjakan signifikan dengan pengiriman yang terpantau berjalan lancar, aman, dan terkendali.
Berdasarkan rekapitulasi data lalu lintas ternak dari Badan Karantina, sejak 1 Januari hingga 14 April 2026, pengiriman sapi dari NTB menuju wilayah Jabodetabek tercatat mencapai 16.802 ekor dengan frekuensi pengiriman sebanyak 674 kali. Lonjakan paling tinggi terjadi pada bulan April dengan total 9.824 ekor dalam 436 kali pengiriman.
Sementara itu, distribusi ke wilayah non-Jabodetabek mencapai 3.042 ekor dengan frekuensi 36 kali pengiriman. Adapun untuk kebutuhan lokal Lombok dan Mataram, tercatat sebanyak 2.600 ekor sapi telah didistribusikan dengan total frekuensi 175 kali.
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Nusa Tenggara Barat, drh. Ina Soelistyani menegaskan seluruh proses distribusi ternak berjalan dengan pengawasan ketat dan sistematis.
“Pengawasan distribusi sapi khususnya untuk persiapan Hari Raya Idul Adha sampai dengan sekarang sudah berjalan dengan lancar, baik dari Dompu, Bima, maupun Sumbawa,” ujar drh. Ina saat ditemui RRI di kantor Balai karantina NTB, Selasa 14 April 2026.
Ia menjelaskan pengiriman dilakukan melalui berbagai jalur, mulai dari tol laut hingga transportasi darat menggunakan truk tronton yang melintasi Pelabuhan Gilimas Lembar.
“Sampai dengan hari ini, per April ini, kurang lebih sudah ada sekitar enam belas ribu delapan ratus dua ekor yang tujuan Jabodetabek. Kemudian yang tujuan non-Jabodetabek sekitar tiga ribuan dan tujuan Lombok sendiri sekitar dua ribu enam ratus,” katanya menegaskan.
Untuk memastikan kesehatan ternak, Balai Karantina menyiapkan sejumlah titik pengawasan atau checkpoint strategis. Mulai dari Pelabuhan Badas, Pototano, Kayangan, hingga Lembar, seluruh jalur distribusi diawasi secara ketat termasuk pemeriksaan penyakit mulut dan kuku (PMK).
“Ada beberapa checkpoint yang kami siapkan untuk memastikan hewan yang dilalulintaskan dalam keadaan sehat dan tidak terpapar penyakit PMK,” ucapnya.
Ia juga memastikan hingga saat ini kondisi ternak yang dikirim dalam keadaan aman dan layak.
“Insya Allah aman,” katanya.
Dalam hal teknis distribusi, koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk menghindari penumpukan, khususnya di Pelabuhan Lembar. Kerja sama antara Kementerian Perhubungan, Dinas Pertanian di Pulau Sumbawa dan Lombok menjadi kunci kelancaran arus logistik.
“Kendala lebih kepada bagaimana kita menjaga supaya tidak terjadi penumpukan di Pelabuhan Lembar, sehingga kita atur bersama agar lalu lintas ini tetap berjalan baik dan lancar,” ujarnya.
Melihat tren yang ada, pengiriman sapi ke Jabodetabek diperkirakan segera mencapai kuota yang telah ditetapkan. Dari total kuota sekitar 20 ribu ekor untuk Idul Adha, saat ini tersisa kurang dari 4 ribu ekor yang akan diselesaikan dalam waktu dekat.
“Diprediksi dalam minggu ini sampai awal minggu depan akan menjadi penyelesaian untuk sisa kuota tersebut,” katanya mengakhiri.
Secara keseluruhan, kuota pengiriman sapi NTB hingga akhir tahun mencapai 52 ribu ekor, dengan porsi terbesar dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan Idul Adha di Jabodetabek.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....