Bhayangkari NTB Bawa Bantuan dan Harapan bagi Siswa SLBN 1 Lombok Utara

  • 14 Apr 2026 07:08 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara — Kunjungan sosial Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah NTB, Uty Edy Murbowo, di SLB Negeri 1 Lombok Utara berubah menjadi momen penuh haru yang menyentuh nurani. Tangis tak terbendung pecah saat ia menyaksikan penampilan puisi dan musikalitas dari siswa berkebutuhan khusus yang menyuarakan isi hati mereka.

Dalam kegiatan ramah tamah yang berlangsung Jumat 10 April 2026, suasana mendadak hening ketika salah satu bait puisi dilantunkan: “kami dilahirkan namun tak diinginkan.” Kalimat sederhana itu menggema kuat, menyayat emosi para hadirin, termasuk Ny. Uty yang terlihat meneteskan air mata.

Tak sekadar larut dalam suasana, ia langsung menghampiri para siswa, memeluk mereka satu per satu sembari memberikan semangat. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan pesan yang menegaskan nilai dan martabat anak-anak tersebut.

“Kalian adalah anak-anak yang kuat, hebat, dan membanggakan. Teruslah belajar, bermain, dan bermimpi. Jangan pernah merasa berbeda, karena setiap dari kalian adalah istimewa,” ujarnya.

Menurutnya, momen tersebut menjadi pengingat bahwa masih banyak anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan perhatian lebih, tidak hanya dalam bentuk fasilitas, tetapi juga penerimaan sosial yang tulus.

“Kita semua punya tanggung jawab moral untuk memastikan mereka tumbuh dengan rasa percaya diri dan mendapatkan kesempatan yang sama. Mereka bukan untuk dikasihani, tapi untuk didukung,” tambahnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Bhayangkari NTB menyalurkan berbagai bantuan, di antaranya dua unit kursi roda, tiga tongkat untuk tuna netra, dua alat bantu dengar, serta perlengkapan pendukung seperti alat permainan edukatif dan matras. Selain itu, puluhan bingkisan dan alat tulis juga diberikan untuk menunjang aktivitas belajar siswa.

Ny. Uty juga mengapresiasi dedikasi pihak sekolah dalam membina anak-anak berkebutuhan khusus. Ia mengaku terkesan dengan pernyataan Kepala Sekolah yang mengutip nilai spiritual bahwa tidak ada satu pun ciptaan Tuhan yang sia-sia.

“Kalimat itu sangat dalam maknanya. Setiap anak lahir dengan tujuan dan keistimewaan masing-masing. Tugas kita adalah menemukan dan mengembangkannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Heny Agus Purwanta, menegaskan bahwa perhatian terhadap anak berkebutuhan khusus harus menjadi gerakan bersama.

“Pendampingan tidak cukup hanya di sekolah. Dibutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, dan semua pihak agar potensi mereka bisa berkembang secara optimal,” katanya.

Ia juga menilai bahwa stigma sosial masih menjadi tantangan besar yang harus dihapuskan secara perlahan melalui edukasi dan kepedulian kolektif.

Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan penandatanganan prasasti sejumlah fasilitas sekolah, meliputi Gedung UKS, ruang Tata Boga Dhira Brata, selasar penghubung, serta Galeri Tantya Sudhirajati. Fasilitas ini diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran yang lebih inklusif dan nyaman bagi siswa.

Pihak SLB Negeri 1 Lombok Utara menyambut hangat kehadiran Bhayangkari NTB. Mereka menilai dukungan yang diberikan tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga memberikan motivasi dan penguatan psikologis bagi para siswa.

Kunjungan ini menjadi refleksi bahwa di balik keterbatasan, tersimpan potensi besar yang membutuhkan ruang untuk tumbuh. Empati yang hadir di SLBN 1 Lombok Utara bukan sekadar luapan emosi, melainkan pengingat bahwa kehadiran dan perhatian nyata dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar tidak ada anak yang merasa terpinggirkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....