Dharma Shanti Nyepi 2026 Perkuat Toleransi Jadi Pondasi Kuat NTB Mendunia

  • 13 Apr 2026 09:36 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Ribuan umat Hindu bersama para tokoh agama memadati Ballroom Hotel Lombok Raya di Mataram, Minggu 12 April 2026, dalam perayaan Dharma Shanti Provinsi NTB Tahun Saka 1948 yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Momentum ini tidak sekadar menjadi penutup rangkaian Hari Suci Nyepi, tetapi juga mempertegas pentingnya toleransi sebagai fondasi utama mewujudkan visi “NTB Mendunia”.

Ketua PHDI Provinsi NTB, I Wayan Karioka, menegaskan Dharma Shanti merupakan ruang refleksi bersama untuk memperkuat persaudaraan lintas umat. Ia menilai, nilai toleransi yang terus dirawat menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan global terhadap daerah.

“Tidak mungkin kita membangun narasi NTB Mendunia jika pondasi internal kita rapuh. Toleransi yang kita rawat hari ini adalah karpet merah bagi investasi, pariwisata global, dan kepercayaan internasional,” ujarnya. Minggu 12 April 2026.

Dharma Shanti sendiri memiliki makna mendalam sebagai ajang introspeksi, saling memaafkan, serta mempererat silaturahmi antarumat beragama demi terciptanya kehidupan yang damai dan harmonis di tengah keberagaman masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung sejak sore hari tersebut juga dirangkaikan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya, mulai dari Pesantian Kusuma Ulangan, Bondres, pelaksanaan Tri Sandhya, hingga penampilan tari-tarian tradisional yang memperkaya nuansa spiritual dan budaya. Pada kesempatan itu, Pemerintah Provinsi NTB turut menyerahkan bantuan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan.

Selain itu, Ketua PHDI NTB secara resmi melantik Badan Pembinaan Kerukunan sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat harmoni antarumat beragama di daerah.

Dalam perayaan tersebut, sejumlah pesan penting turut ditegaskan. Pertama, toleransi dipandang sebagai aset strategis yang terbukti mampu mendorong NTB menjadi tuan rumah berbagai event internasional, seperti MotoGP dan MXGP, katanya menegaskan.

Kedua, implementasi nilai Tat Twam Asi atau “Aku adalah Engkau” menjadi pengingat penting untuk menumbuhkan empati di tengah derasnya arus teknologi dan informasi, ucapnya.

Ketiga, kolaborasi lintas generasi terus diperkuat dengan melibatkan pemuda dari berbagai latar belakang agama sebagai simbol keberlanjutan nilai-nilai perdamaian di Bumi Gora.

Sementara itu, Ketua Panitia Dharma Shanti NTB, I Komang Tresna, menyampaikan komitmen umat Hindu dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam penguatan moderasi beragama dan stabilitas keamanan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyampaikan pesan kamtibmas agar toleransi yang telah lama terjalin di NTB terus diperkuat demi mewujudkan NTB Mendunia,” katanya mengakhiri.

Semangat Dharma Shanti 2026 pun menjadi pesan kuat bahwa di Nusa Tenggara Barat, kemajuan modernitas dapat berjalan seiring dengan nilai spiritualitas dan keharmonisan sosial, menjadikan daerah ini semakin siap tampil di panggung dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....