Dharma Shanti Nyepi 1948 di NTB Perkuat Persaudaraan Lintas Umat

  • 13 Apr 2026 09:21 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Barat, I Gusti Putu Milawati, menghadiri kegiatan Dharma Shanti bersama Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam rangka perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Minggu 12 April 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi NTB ini mengangkat tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga untuk NTB Makmur Mendunia”. Tema tersebut menjadi simbol penguatan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

Ketua Panitia Dharma Shanti 2026, Kombes Pol. dr. I Komang Tresna, menyampaikan bahwa Dharma Shanti merupakan puncak rangkaian perayaan Nyepi yang bertujuan mempererat simakrama atau silaturahmi antarumat. Menurutnya, tema yang diusung menegaskan bahwa seluruh masyarakat adalah satu keluarga besar tanpa memandang perbedaan suku, ras, maupun agama.

Sementara itu, Ketua PHDI Provinsi NTB, Ir. I Wayan Karioka, menekankan pentingnya menjaga keharmonisan di tengah dinamika global. Ia menyebut nilai Vasudhaiva Kutumbakam sebagai ajaran yang mengingatkan bahwa seluruh umat manusia adalah saudara, sehingga persoalan dunia harus disikapi bersama dengan semangat toleransi.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, dalam sambutannya menyampaikan salam Menteri Agama kepada umat Hindu di NTB. Ia menegaskan bahwa Dharma Shanti menjadi momentum refleksi spiritual untuk memperkuat nilai-nilai Nyepi sebagai dasar membangun kehidupan yang damai dan harmonis.

Mewakili Gubernur NTB, Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian, Pembangunan, Sosial, dan Kemasyarakatan, Yusron Hadi, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai Dharma Shanti menjadi momen penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

Di akhir kegiatan, I Gusti Putu Milawati menegaskan bahwa Dharma Shanti tidak sekadar seremonial.

“Dharma Shanti ini merupakan momentum penting untuk memperkuat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama dalam bingkai kebhinekaan di NTB,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan diharapkan mampu mempererat hubungan sosial serta menjaga keharmonisan antarumat beragama di Nusa Tenggara Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....