Gubernur Iqbal Lantik Kakaknya Jadi Wadir RSUD NTB, Ini Alasannya

  • 09 Apr 2026 23:17 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal
  • Pelantikan pejabat Eselon II
  • Kakak kandung gubernur NTB

‎RRI.CO.ID, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal melantik kakak kandungnya, Baiq Nelly Kusumuwati, sebagai Wakil Direktur (Wadir) Perencanaan dan Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB. Pelantikan itu dilakukan bersamaan dengan pengangkatan 12 kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya di Pendopo Gubernur NTB, Kamis, 9 April 2026.

‎Keputusan tersebut menjadi perhatian publik, karena terkait hubungan keluarga antara gubernur dan pejabat yang dilantik. Pemerintah Provinsi NTB pun angkat bicara untuk menjelaskan dasar pengangkatan tersebut.

‎Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa penunjukan Baiq Nelly didasarkan pada hasil seleksi terbuka dan rekam jejak kinerja yang dinilai mumpuni. “Kapasitas dan kualitasnya memang teruji sejak di Kota Mataram," ujarnya.

‎"Ia pernah menduduki berbagai jabatan strategis, mulai dari kepala bagian umum, kepala bagian pemerintahan, asisten, hingga inspektorat,” imbuh pria yang akrab disapa Aka.

‎Menurutnya, Baiq Nelly sebelumnya juga pernah meraih nilai terbaik dalam proses seleksi jabatan, namun tidak langsung dipilih. Pada seleksi terbaru, ia kembali memperoleh peringkat tertinggi sehingga menjadi dasar kuat bagi gubernur untuk menetapkannya sesuai hasil panitia seleksi (pansel).

‎“Ketika hasil pansel menempatkannya sebagai yang terbaik, maka keputusan gubernur harus mengikuti mekanisme itu. Ini bagian dari komitmen terhadap sistem merit,” jelasnya.

‎Aka juga menepis anggapan adanya konflik kepentingan dalam pengangkatan tersebut. Ia menegaskan bahwa sebagai aparatur sipil negara (ASN), Baiq Nelly memiliki hak yang sama untuk mengikuti proses seleksi dan mengembangkan kariernya di birokrasi pemerintahan.

‎“Gubernur tidak bisa menghilangkan hak kepegawaian seseorang hanya karena memiliki hubungan keluarga. Publik harus memahami bahwa setiap ASN punya kesempatan yang sama,” ujarnya.

‎Ia memastikan proses seleksi berlangsung objektif dan transparan. “Saya sudah melihat langsung hasil penilaiannya. Dia memang yang terbaik, dan rekam jejaknya juga jelas,” kata Aka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....