Remaja Hanyut di Air Terjun Temburun, Ditemukan Meninggal Dunia
- 09 Apr 2026 09:55 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Pencarian terhadap Heri Saputra (16), remaja asal Dusun Bagik Dapol yang hanyut terseret air bah di Air Terjun Temburun Nanas, resmi berakhir. Memasuki hari keempat pencarian, Kamis 9 April 2026, jasad korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban ditemukan pada pukul 08.25 WITA dalam keadaan mengambang di permukaan air, sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian. Jasadnya ditemukan di ujung genangan bendungan atau bagian hulu Bendungan Meninting.
Koordinator Lapangan yang mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Dewa Gede Kerta, menyampaikan bahwa setelah ditemukan, tim langsung melakukan proses evakuasi.
"Korban kami temukan mengambang di area hulu bendungan. Setelah dievakuasi dari perairan, jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga," ujar Dewa Gede Kerta di lokasi kejadian.
Dalam proses pencarian, Kantor SAR Mataram mengerahkan berbagai peralatan, termasuk drone thermal untuk memetakan area sulit dijangkau di sepanjang aliran sungai yang dipenuhi jeram dan bebatuan besar.
Dewa menjelaskan bahwa kondisi cuaca dan medan menjadi tantangan utama selama operasi berlangsung. "Arus yang sangat kuat dan medan sungai yang licin menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh personel di lapangan," tambahnya.
Peristiwa tersebut bermula pada Senin (6/4) siang saat korban tengah berwisata bersama rekan-rekannya. Air bah yang datang secara tiba-tiba menyeret dua orang. Satu korban berhasil selamat, sementara Heri Saputra hanyut terbawa arus.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Mataram, TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, Dinas Kesehatan, komunitas pecinta alam, serta masyarakat setempat.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan ditutup. Pihak SAR juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat cuaca ekstrem.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat cuaca ekstrem yang memicu kenaikan debit air secara tiba-tiba," jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....