Damkarmat Lombok Timur Perkuat Upaya Pencegahan Kebakaran jelang Musim Kemarau

  • 08 Apr 2026 20:21 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) terus menggencarkan berbagai upaya pencegahan kebakaran. Ini khususnya menjelang musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Damkarmat Lombok Timur, Satijah, S.AP, menegaskan bahwa langkah-langkah strategis telah dilakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran, terutama yang berasal dari oven tembakau serta kebakaran lahan akibat ilalang kering. “Kami sudah mengumpulkan seluruh komandan regu, termasuk yang bertugas di wilayah manajemen kebakaran (WMK) di lima kecamatan, yakni Sembalun, Sambelia, Pringgabaya, Terara, dan Keruak. Ini untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau,” ujarnya, Rabu 8 April 2026.

Selain itu, Damkarmat Lombok Timur juga memperkuat koordinasi lintas daerah dengan menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) bersama Pemadam Kebakaran Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Utara. Kerja sama ini dinilai penting mengingat seringnya terjadi kebakaran di wilayah perbatasan.

“Alhamdulillah, kami sudah bertemu langsung dengan Kepala Dinas Lombok Tengah dan difasilitasi bertemu dengan Bupati. Begitu pula di KLU bertemu langsung Kepala Dinas dan menyepakati bersama MoU terkait penanganan kebakaran. Ke depan, jika terjadi kebakaran di wilayah perbatasan, kami bisa saling membantu untuk mempercepat penanganan,” katanya.

Satijah mengungkapkan, pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan bahwa kebakaran kerap terjadi di perbatasan Lombok Timur dan Lombok Tengah, terutama saat musim oven tembakau. Keterbatasan sarana dan jarak tempuh menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan cepat.

Saat ini, Damkarmat Lombok Timur masih menghadapi keterbatasan fasilitas. Dari total 21 kecamatan, baru terdapat lima pos atau WMK dengan masing-masing satu unit mobil pemadam kebakaran. Sedangkan di Mako terdapat dua unit beroperasi. Kondisi ini berbeda dengan daerah tetangga yang rata-rata memiliki dua unit kendaraan di setiap pos.

“Dengan kondisi ini, kami sering kewalahan, apalagi jika lokasi kebakaran jauh dari pos. Idealnya sesuai SOP, petugas sudah tiba dalam 15 menit, namun karena jarak dan keterbatasan pos, kadang bisa mencapai satu jam,” ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di desa-desa rawan kebakaran. Edukasi yang diberikan mencakup penanganan awal kebakaran sebelum petugas tiba di lokasi.

“Kami sudah mendatangi sejumlah desa dan memberikan pelatihan langsung kepada masyarakat, termasuk penggunaan alat pemadam api ringan (APAR). Ini penting agar penanganan awal bisa dilakukan secara mandiri,” katanya.

Damkarmat juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang memiliki banyak ilalang kering. Warga diminta melakukan gotong royong membersihkan area sekitar permukiman guna mencegah potensi kebakaran.

Selain itu, para pemilik oven tembakau diminta untuk menyediakan APAR minimal 5 kilogram sebagai langkah penanganan awal jika terjadi kebakaran. “Musim kemarau tahun ini cukup ekstrem. Kami terus mengingatkan masyarakat melalui kepala desa agar lebih waspada, termasuk tidak membuang puntung rokok sembarangan yang bisa memicu kebakaran,” tegas Satijah.

Dengan berbagai langkah tersebut, Damkarmat Lombok Timur berharap dapat menekan angka kejadian kebakaran. Disamping itu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....