Produksi Air PDAM Dompu Berulat dan Berbau Menyengat

  • 08 Apr 2026 08:41 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Kualitas air produksi PDAM Tirta Rora, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, dikeluhkan warga Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Air yang didistribusikan ke rumah-rumah dilaporkan mengandung ulat dan mengeluarkan bau menyengat dalam dua bulan terakhir.

Kondisi ini disebut mulai terjadi sejak pengambilan air baku dialihkan dari Dam Rababaka ke Bendungan Mila oleh pihak pengelola. Sejumlah warga mengaku awalnya tidak terlalu menghiraukan perubahan tersebut, namun seiring waktu keluhan semakin dirasakan.

Ilham, warga Desa Matua, Kecamatan Woja, mengungkapkan air PDAM yang digunakan sehari-hari mengeluarkan aroma tidak sedap dan bahkan ditemukan ulat. Meski sempat tetap digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, ia mulai curiga dan melakukan pengecekan lebih lanjut.

“Awalnya saya tetap pakai untuk minum dan kebutuhan rumah tangga. Tapi setelah ditampung seharian, ternyata banyak bercak hitam dan ada ulat,” ujarnya, Rabu, 8 April 2026.

Sejak saat itu, Ilham mengaku tidak lagi menggunakan air tersebut, baik untuk konsumsi maupun keperluan lain. Bahkan untuk mencuci pakaian, bau menyengat dari air tersebut masih menempel di kain.

Baca juga :

https://berita.rri.co.id/mataram/regional/2317685/pdam-tirta-rora-klarifikasi-keluhan-air-berulat-dan-berbau-di-woja?nocache=true⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Ia menduga pencemaran bisa berasal dari sumber air, termasuk kemungkinan adanya bangkai yang membusuk di mata air. Ilham berharap pihak pengelola PDAM segera turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi tersebut dan mencari solusi.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya di Kecamatan Woja. Yanti, pelaku UMKM di Dusun Selaparang, Desa Matua, mengaku tidak lagi berani menggunakan air PDAM untuk usaha bakso yang dijalankannya.

“Sekarang terpaksa beli air setiap hari, untuk usaha dan kebutuhan rumah tangga. Padahal tagihan PDAM tetap berjalan,” katanya.

Yanti menilai kualitas air yang diterima tidak sebanding dengan biaya yang harus dibayarkan setiap bulan. Ia berharap ada perbaikan segera agar warga bisa kembali menggunakan air PDAM dengan aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....