RSUP NTB Kantongi Predikat “Sangat Baik”, Kecepatan Layanan Jadi Catatan
- 07 Apr 2026 16:01 WIB
- Mataram
Poin Utama
- RSUP NTB
- Predikat Sangat Baik
RRI.CO.ID, Mataram - Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat (RSUP NTB) meraih kategori pelayanan “Sangat Baik” dengan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 88,8 persen. Angka ini melampaui ambang batas 80 persen, namun belum sepenuhnya menjawab ekspektasi publik terhadap layanan yang cepat dan efisien.
Pelaksana Tugas Direktur RSUP NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM., MARS, mengatakan apresiasi masyarakat terutama tertuju pada integritas petugas, kepastian prosedur, serta komitmen pelayanan. “Survei kepuasan masyarakat sebesar 88,8 persen sudah melampaui angka tertinggi 80 persen, namun tetap harus memperhatikan ekspektasi masyarakat yang tinggi pada pelayanan rumah sakit,” ujarnya, Selasa, 7 April 2026.
Meski demikian, ia mengakui masih ada pekerjaan rumah yang cukup mendesak, terutama terkait waktu tunggu layanan. Proses pendaftaran, antrean dokter, hingga pengambilan obat dinilai masih perlu percepatan, di samping pembenahan birokrasi dan peningkatan kenyamanan fasilitas.
Fikri menilai kompleksitas kasus kesehatan yang ditangani RSUP NTB seharusnya tercermin dalam capaian indeks kepuasan maupun akreditasi. Namun, menurut dia, penguatan sarana prasarana serta penyehatan keuangan rumah sakit tetap menjadi kunci untuk menjawab tuntutan layanan yang terus meningkat.
Manajemen RSUP NTB juga mencatat peningkatan kunjungan pada sejumlah layanan spesialis, termasuk poliklinik onkologi yang kini memiliki empat subspesialis. Kondisi ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan rujukan penyakit berat, baik rawat jalan maupun rawat inap.
Sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di NTB, RSUP NTB juga didorong memperkuat perannya sebagai pembina bagi rumah sakit daerah, khususnya di luar Pulau Lombok. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan kompetensi tenaga medis dan kesetaraan fasilitas layanan seiring peningkatan level akreditasi rumah sakit daerah.
Dalam aspek layanan penunjang, RSUP NTB telah menjalin kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota untuk layanan ambulans pasien rujukan. “Kalau untuk layanan ambulans bagi pasien luar daerah, RSUP sudah melakukan MoU dengan kabupaten/kota,” kata Fikri.
Di sisi lain, kinerja keuangan rumah sakit menunjukkan tantangan serius. Pada 2024, skor kinerja keuangan tercatat 76,2 (kategori baik), namun turun menjadi 53,3. Hingga Maret 2026, realisasi pendapatan BLUD baru mencapai Rp123,7 miliar atau 17,6 persen dari target Rp700 miliar, dengan total penerimaan Rp169,8 miliar dan belanja Rp102 miliar.
Untuk memperkuat intervensi sosial, RSUP NTB juga terlibat dalam program Desa Berdaya melalui pengembangan Indeks Kesehatan Desa (IKD). Instrumen ini digunakan untuk memetakan kebutuhan kesehatan berbasis data, mulai dari status gizi, ibu hamil, hingga kepesertaan JKN. “Indeks Kesehatan Desa ini sebagai acuan untuk mengintervensi sektor kesehatan di 40 desa pada tahun ini,” ujar Fikri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....