Ramadan Dongkrak Pajak Restoran, Penerimaan Daerah Mataram Tetap “On Track”

  • 07 Apr 2026 14:37 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Momentum Ramadan memberi dampak signifikan terhadap kinerja pajak daerah Kota Mataram pada triwulan I 2026. Aktivitas buka puasa bersama (bukber) di hotel dan restoran menjadi salah satu pendorong utama meningkatnya penerimaan, khususnya dari sektor pajak restoran.

Berdasarkan data Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, realisasi pajak daerah hingga akhir Maret 2026 mencapai Rp 69,11 miliar atau sekitar 22,21 persen dari target tahunan sebesar Rp 311,54 miliar.

Kepala Bidang Pelayanan, Penagihan, dan Penyuluhan BKD Kota Mataram, Achmad Amrin menjelaskan capaian tersebut dinilai cukup ideal karena berada dalam koridor target triwulan. Secara teoritis, setiap triwulan ditargetkan menyumbang sekitar 25 persen dari total pendapatan tahunan.

“Dari datanya sudah on the track. Karena kalau kita bagi rata per triwulan itu 25 persen,” ujarnya Selasa 7 April 2026.

Salah satu faktor utama adalah peningkatan aktivitas ekonomi selama Ramadan. Pajak restoran tercatat mencapai Rp 11,28 miliar atau 25,65 persen dari target, dengan lonjakan sekitar 20 persen dibandingkan kondisi normal.

“Untuk pajak restoran bulan kemarin memang naik sekitar 20 persen dari kondisi normal,” jelas Amrin.

Selain itu, pajak hotel juga menunjukkan kinerja positif dengan total realisasi Rp 8,54 miliar, termasuk kontribusi Rp 5,99 miliar pada bulan Maret saja.Pajak penerangan jalan menjadi kontributor terbesar dengan realisasi Rp 13,26 miliar atau sekitar 27,64 persen dari target. Disusul oleh Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang mencapai Rp 10,34 miliar atau 24,55 persen.

"Untuk pajak parkir, hiburan, dan air tanah juga menunjukkan tren positif meski kontribusinya relatif lebih kecil," katanya.

BKD optimistis tren positif ini akan terus berlanjut pada triwulan berikutnya. Dengan pola penerimaan yang konsisten di atas 20 persen setiap triwulan, kekhawatiran terhadap pencapaian target tahunan dinilai minim.

“Pola penerimaan tiap triwulan di atas 20 persen, jadi kita tidak terlalu khawatir untuk beberapa bulan ke depan,” tambah Amrin.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....