Dinas Perdagangan Lombok Barat, Perkuat Pengawasan Harga Sembako saat Musim Haji
- 07 Apr 2026 12:04 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memastikan stabilitas harga bahan pokok (sembako) tetap terjaga selama musim haji. Meski terjadi fluktuasi pada sejumlah komoditas, kenaikan harga dinilai masih dalam batas wajar dan tidak signifikan.
Kepala Bidang Perdagangan Lombok Barat, Lale Widyani, mengungkapkan dinamika harga memang tidak bisa dihindari saat momen tertentu seperti musim haji. Namun, ia menegaskan kenaikan yang terjadi masih relatif kecil.
“Dari sekarang ini kita menghadapi musim haji, untuk kenaikan barang memang ada beberapa yang naik, tetapi tidak signifikan, hanya sekitar seribu sampai dua ribu rupiah,” ujar Lale saat ditemui RRI di kantornya, Gerung, Lombok Barat, Selasa 7 April 2026.
Ia mencontohkan harga gula pasir curah yang sebelumnya berada di kisaran Rp18 ribu kini naik menjadi sekitar Rp19 ribu per kilogram. Sementara itu, minyak goreng curah juga mengalami kenaikan dari Rp19.500 menjadi Rp20 ribu.
“Yang banyak diributkan minyak goreng curah, itu naik sedikit, tapi minyak keluaran Bulog tetap stabil sesuai harga yang ditetapkan,” katanya menegaskan.
Untuk minyak goreng kemasan premium, harga juga mengalami penyesuaian dari sekitar Rp20.500 menjadi Rp22 ribu. Namun demikian, pergerakan harga tersebut masih dinilai normal karena sifatnya fluktuatif.
Di sisi lain, beberapa komoditas justru menunjukkan tren penurunan harga. Cabai misalnya, mengalami penurunan dari kisaran Rp95 ribu menjadi Rp90 ribu per kilogram.
“Cabe justru turun, hari ini ada di angka sembilan puluh ribu, jadi memang ada yang naik dan ada yang turun,” ucapnya.
Untuk komoditas utama seperti beras, pemerintah memastikan harga masih stabil. Beras medium tetap berada di kisaran Rp14.500 per kilogram tanpa mengalami kenaikan berarti.
Menjaga stabilitas harga, Pemkab Lombok Barat terus mendorong para pedagang untuk menjalin kemitraan dengan Bulog. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memfasilitasi pedagang dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB).
“Kita sering memberikan saran ke pedagang agar bekerja sama dengan Bulog. Kita bantu fasilitasi pembuatan NIB supaya mereka bisa mengakses barang dari Bulog dengan harga sesuai acuan,” katanya.
Langkah ini dinilai efektif dalam menekan lonjakan harga di pasar karena distribusi barang menjadi lebih terkontrol dan sesuai standar harga pemerintah.
Selain itu, pengawasan rutin juga terus dilakukan dengan berkoordinasi langsung bersama Bulog dan distributor untuk memastikan ketersediaan stok tetap aman.
“Alhamdulillah, stok sembako aman. Kita rutin berkoordinasi dengan Bulog dan distributor, termasuk untuk LPG, untuk memastikan ketersediaan satu minggu ke depan,” ujarnya.
Pemkab Lombok Barat juga menyiapkan langkah antisipatif melalui operasi pasar, khususnya menjelang Hari Ulang Tahun Lombok Barat dan selama musim haji berlangsung.
“Kita siap melakukan operasi pasar selama harga masih fluktuatif, terutama untuk komoditas yang rentan seperti cabai dan bawang,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....