Khofifah Kukuhkan Muslimat NU NTB, Soroti Peran Perempuan & Keluarga
- 05 Apr 2026 14:41 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Khofifah Indar Parawansa
- Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa
- Nahdlatul Ulama
- Muslimat NU
RRI.CO.ID, Mataram – Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, mengukuhkan 10 Pengurus Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama se-Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam sebuah acara di Hotel Lombok Raya, Ahad 5 April 2026.
Ketua Panitia, Prof. Baiq Elbadriati, menyampaikan bahwa pengukuhan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan pengabdian Muslimat NU kepada masyarakat.
“Pengukuhan ini diharapkan menjadi awal penguatan peran Muslimat dalam mengabdi kepada umat, dengan tetap merawat tradisi, menguatkan kemandirian, dan membangun peradaban,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Muslimat NU di NTB diharapkan aktif dalam berbagai sektor, termasuk mengawal isu sosial seperti pencegahan pernikahan dini.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mencegah persoalan sosial, khususnya pernikahan usia dini. Peran ibu-ibu sangat besar, tetapi ini juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Khofifah menekankan pentingnya penguatan dakwah tidak hanya melalui lisan, tetapi juga melalui tindakan nyata atau dakwah bilhal.
“Dakwah bilisan sudah banyak dilakukan, tetapi dakwah bilhal harus kita kuatkan. Program vaksinasi, misalnya, adalah bentuk nyata dakwah bilhal,” ujarnya.

Ia menyebut capaian vaksinasi di NTB telah mencapai 97 persen melalui kerja sama dengan Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI).
Selain itu, Muslimat NU juga mengembangkan program lingkungan melalui gerakan penanaman pohon berbasis pesantren yang disebut sebagai “sedekah oksigen”.
“Kami menyebutnya sebagai sedekah oksigen. Ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja,” katanya.
Khofifah juga mengajak seluruh anggota Muslimat untuk menjaga nilai tradisi serta mendorong terciptanya peradaban damai di tengah dinamika global.
“Jika konflik dibalas dengan konflik, tidak akan ada yang menang. Karena itu, perempuan, termasuk Muslimat, harus ikut menyuarakan perdamaian hingga ke tingkat internasional,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua PWNU NTB, Prof. Masnun, mengapresiasi kiprah Khofifah yang dinilai menjadi teladan bagi perempuan.

“Beliau adalah *uswatun hasanah* bagi kita semua. Kiprahnya membuktikan bahwa perempuan memiliki peran besar dan kesempatan yang sama dalam membangun peradaban,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam pembangunan.
“Perempuan bukan hanya pelengkap, tetapi memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam membangun dunia,” katanya.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam kesempatan yang sama menyoroti pentingnya menjaga nilai-nilai keluarga di tengah perubahan sosial.
“Perempuan adalah kekuatan terbesar di dunia. Penjaga nilai-nilai keluarga adalah ibu-ibu Muslimat NU,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai persoalan sosial seperti pernikahan dini dan penyalahgunaan narkoba berakar dari melemahnya nilai keluarga.

“Jika Muslimat NU mampu menguatkan kembali nilai keluarga, maka setengah dari persoalan sosial akan terselesaikan,” tegasnya.
Ia pun mengajak Muslimat NU menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan keluarga. Seruan tersebut disambut antusias oleh ratusan peserta yang hadir.
“Apakah Muslimat NU siap menjadi penjaga nilai-nilai keluarga?” tanya Gubernur.
“Siap!” jawab para peserta serempak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....