Kemarau 2026 NTB Lebih Maju, Lebih Kering, Lebih Panjang
- 31 Mar 2026 22:34 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - BMKG Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat secara umum memprediksi musim kemarau 2026 di NTB datang lebih maju dan terasa lebih kering dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan periode 1991-2020. Secara geografis, seluas 84 persen wilayah NTB akan memasuki musim kemarau di April 2026.
Staklim NTB memprediksi musim kemarau di NTB mulai terjadi di 10 Hari Pertama atau Dasarian I April 2026. Prediksi itu berlatarbelakang kondisi Zona Musim atau ZOM yang terpantau Staklim NTB pada saat ini. Keringnya musim kemarau 2026 di NTB dipicu oleh faktor dinamika atmosfer ENSO yang berada di fase Netral dan diprediksi bertahan hingga pertengahan 2026. Sedangkan monsoon Australia atau angin timuran yang membawa udara kering dari Australia diprediksi mulai aktif di Indonesia di April 2026. Suhu Muka Laut di sekitar wilayah Indonesia bagian barat dan Selatan terpantau dalam kondisi normal hingga dingin yang membatasi pertumbuhan awan hujan.
Kepala Stasiun Klimatologi NTB Nuga Putrantijo mengatakan, selama tiga tahun berturut-turut Indonesia mengalami kemarau namun cenderung merasakan lebih banyak hujan atau yang dikenal La Nina Triple Dip. Curah hujan yang tinggi telah membawa fenomena positif dan negative. Fenomena positfnya, petani bisa lebih banyak menanam padi sepanjang tahun. Sedangkan negatifnya menciptakan bencana banjir dan tanah longsor.
“BMKG telah melakukan pembaharuan informasi curah hujan periode 1990-2020 yang menjadi dasar untuk menentukan prakiraan musim kemarau dan hujan di 2026,” kata Nuga. “Kondisi musim kemarau yang akan kita lalui di 2026 cenderung lebih kering dibandingkan tiga tahun berturut-turut lalu,” kata Nuga.
Durasi musim kemarau 2026 di NTB diprediksi berlangsung lebih panjang dari normalnya meliputi 89-93 persen wilayah NTB dengan durasi dominan diperkirakan berkisar antara 25 hingga 27 dasarian atau sekitar 8-9 bulan. Dibandingkan dengan kondisi normal tahun 1991-2020, awal musim kemarau 2026 terbilang maju atau 70-73 persen wilayah NTB lebih dulu memasuki musim kemarau. Adapun sifat hujan atau Tingkat kekeringan selama musim kemarau mencakup 93-95 persen wilayah NTB diprediksi di kategori Bawah Normal yang menadakan curah hujan akan lebih sedikit. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi di bulan Agustus 2026 di hampir seluruh wilayah NTB atau mencakup 85-90 persen wilayah NTB.
Mengingat kemarau yang diperdiksi lebih panjang dan lebih kering di 2026, BMKG merekomendasikan Sektor Pertanian melakukan penyesuian jadwal tanam dan memilih varietas tanaman yang lebih tahan kekeringan, membutuhkan lebih sedikit air, serta memiliki siklus tanam yang pendek.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....