Kemarau Berpotensi Berulang di Indonesia Sehingga Waspada

  • 31 Mar 2026 22:26 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Indonesia pernah mengalami kekeringan yang ekstrem tahun 2015. El Nino telah memengaruhi musim hujan mulai akhir tahun 2014 hingga pertengahan tahun 2015.

Menguatnya El Nino menyebabkan kekeringan dan kebakaran hutan. Sementara tahun ini, pengaruh El Nino masih dalam batas netral sampai pertengahan tahun. Puncak kemarau diperkirakan terjadi Agustus 2026. Meski merasakan puncak muskm kemarau, kondisi ini akan berangsur menurun seiring pergerakan semu matahari.

“Bertiupnya Angin Monsun Asia akan menjadi Pelepas dahaga di tengah musim kemarau tahun ini,” kata Cakra Mahasurya, Pengamat Meteorologi Geofisika Pertama BMKG Stasiun Klimatologi NTB. Pendapat itu mengemuka di dalam Dialog Kentongan RRI Mataram, Selasa (31/3/2026) dengan Cakra sebagai narasumber.

Tahun 2026, kemarau akan dirasakan lebih kering. Informasi itu mengemuka setelah BMKG melakukan anlisis dan mendesiminasikannya di Maret 2026. Poinnya, NTB akan memasuki musim kemarau sejak Dasarian Pertama April 2026. Diawali curah hujan yang berkurang hingga puncaknya atau hari tanpa hujan.

“Puncak musim kemarau bisa ditandai lewat Hari Tanpa Hujan yang berlangsung 30-60 hari,” kata Cakra.

Cakra mengatakan, HTH merupakan cara BMKG memonitoring musim di Indonesia. Dari situ bisa dipetik kesiapan menghadapi pengaruh minimnya ketersediaan air bersih. HTH juga bisa dijelaskan melalui infografis. Termasuk memastikan skala kekeringan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....