Antisipasi Kemarau Tahun ini Lewat Pemilihan Komoditi Tanaman Pangan
- 31 Mar 2026 22:23 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Antisipasi dini diperlukan untuk menghadapi kemarau tahun ini yang akan terasa lebih kering dibanding periode pertengahan 2010-2020. Antisipasi berupa pemilihan komoditi tanaman pangan yang tepat, ketersediaan air bersih untuk kebutuhan domestic, serta antisipasi kebakaran hutan dan lahan.
Pernyataan itu mengemuka di dalam Dialog Kentongan RRI Mataram, Selasa (31/3/2026). Dialog mengundang dua narasumber, yaitu Samsudin, S.Hut., M.Si., PLT Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB, dan Cakra Mahasurya, Pengamat Meteorologi Geofisika Pertama BMKG Stasiun Klimatologi NTB. Cakra mengatakan, di tengah tahun 2026, NTB akan menghadapi El Nino setelah tiga tahun berturut turut merasakan pengaruh La Nina. Fenomena kemarau, tetapi masih ada merasakan hujan.
Tahun 2026, kemarau akan dirasakan lebih kering. Informasi itu mengemuka setelah BMKG melakukan anlisis dan mendesiminasikannya di Maret 2026. Poinnya, NTB akan memasuki musim kemarau sejak Dasarian Pertama April 2026. Diawali curah hujan yang berkurang hingga puncaknya atau hari tanpa hujan.
“Puncak musim kemarau bisa ditandai lewat Hari Tanpa Hujan yang berlangsung 30-60 hari,” kata Cakra.
Cakra mengatakan, HTH merupakan cara BMKH memonitoring musim di Indonesia. Dari situ bisa dipetik kesiapan menghadapi pengaruh minimnya ketersediaan air bersih. HTH juga bisa dijelaskan melalui infografis. Termasuk memastikan skala kekeringan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....