Ketekunan Artadi Berbuah Kepercayaan, Tiga Periode Duduk di DPRD KLU

  • 31 Mar 2026 07:32 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara - Perjalanan hidup Artadi menjadi gambaran nyata bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih kesuksesan. Berangkat dari kehidupan sederhana di Dusun Tuti, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, ia kini dipercaya masyarakat sebagai anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) selama tiga periode berturut-turut.

Sejak usia dini, Artadi telah terbiasa dengan kerasnya kehidupan. Di tengah kewajiban sebagai pelajar di SDN 9 Prawira, ia juga membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Berjualan es mambo di sekolah hingga menjajakan kayu bakar dengan berjalan kaki dari dusun menuju Karang Langu menjadi rutinitas hariannya.

“Sejak kecil saya sudah terbiasa bekerja. Bukan karena ingin, tetapi karena keadaan yang menuntut,” ujar Artadi saat menceritakan masa lalunya, Senin 30 Maret 2026.

Setelah menamatkan pendidikan dasar, ia melanjutkan ke SLTP Negeri 1 Tanjung. Keterbatasan ekonomi kembali menjadi tantangan, namun tidak menyurutkan semangatnya. Ia harus berjalan kaki setiap hari dari dusun menuju sekolah yang berada di wilayah Tanjung.

Perjuangannya berlanjut ketika ia diterima di SPP Negeri Mataram dengan jurusan hortikultura. Di sekolah tersebut, Artadi dikenal sebagai siswa berprestasi hingga berhasil memperoleh beasiswa Supersemar. Ia menyelesaikan pendidikannya pada tahun 2001.

Namun, selepas lulus, jalan hidupnya tidak langsung mulus. Ia sempat menganggur selama setahun sebelum akhirnya bekerja sebagai tukang ojek selama dua tahun. Dari sana, ia mulai merintis karier dengan menjadi staf di Kantor Desa Sokong hingga dipercaya sebagai Kepala Urusan Pembangunan selama empat tahun.

“Setiap pekerjaan saya jalani dengan sungguh-sungguh. Dari situlah saya belajar banyak tentang kehidupan dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Tidak berhenti di situ, Artadi terus mengembangkan diri. Ia pernah menjadi penyuluh pertanian tenaga kontrak pusat, guru di Madrasah Sigar Penjalin, anggota Panwaslu selama tiga periode, hingga bekerja di Dinas Pekerjaan Umum.

Di tengah kesibukan tersebut, ia tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 di Universitas Muhammadiyah Mataram. Untuk menambah penghasilan, ia juga menjalankan usaha sampingan jual beli mete dan hasil bumi lainnya.

Menurutnya, setiap pengalaman hidup memberikan pelajaran penting yang membentuk karakter dan ketahanan diri.

“Kalau kita mau berusaha dan tidak mudah menyerah, pasti ada jalan. Saya merasakan sendiri bagaimana proses itu tidak instan,” ujarnya.

Keputusan besar diambil Artadi ketika ia memilih mundur dari pekerjaannya dan terjun ke dunia politik. Pada Pemilu 2014, ia mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara. Hasilnya, ia berhasil meraih kepercayaan masyarakat dan terus terpilih hingga kini memasuki periode ketiga.

Ia menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga dengan kerja nyata.

“Jabatan ini bukan tujuan akhir, tetapi sarana untuk berbuat lebih banyak bagi masyarakat, khususnya di Lombok Utara,” tegasnya.

Kisah Artadi menjadi inspirasi bahwa kerja keras, ketekunan, dan keberanian mengambil peluang mampu mengubah nasib seseorang. Dari seorang anak desa yang harus berjuang membantu ekonomi keluarga, kini ia menjadi bagian dari pengambil kebijakan daerah yang berperan dalam pembangunan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....