Disdag Mataram Antisipasi Gejolak Harga Pasca Lebaran Topat
- 30 Mar 2026 17:23 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Perdagangan (Disdag) memperkuat pengawasan dan koordinasi distribusi bahan pokok pasca perayaan Lebaran Topat 2026, menyusul terjadinya fluktuasi harga di sejumlah komoditas strategis di pasar tradisional.
Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting (Bapokting) Disdag Kota Mataram, Sri Wahyunida, menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh momentum hari raya serta belum pulihnya aktivitas distribusi di tingkat pengepul.
"Sebagian komoditas mulai mengalami penurunan, sementara komoditas tertentu seperti cabai rawit ada kenaikan akibat tingginya permintaan masyarakat," jelasnya, Senin 30 Maret 2026.
Berdasarkan hasil pemantauan, harga cabai rawit menjadi yang paling mencolok pergerakannya. Setelah sempat turun ke kisaran Rp80.000 per kilogram saat hari Lebaran Topat, kini kembali naik hingga mencapai Rp100.000 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam masih bertahan tinggi di kisaran Rp52.000 hingga Rp56.000 per tray.
Di sisi lain, beberapa komoditas mulai menunjukkan tren penurunan. Harga daging sapi yang sebelumnya menyentuh Rp160.000 per kilogram kini turun menjadi Rp140.000 per kilogram. Daging ayam ras juga mulai melandai, dengan harga Rp44.000-Rp45.000 per kilogram di Pasar Kebon Roek.
"Untuk bawang merah harganya turun dari Rp40.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, karena ada pasokan dari luar daerah seperti Padang," katanya.
Menurut Sri Wahyunida, pemerintah daerah kini menitikberatkan pada upaya menjaga ketersediaan stok sebagai faktor utama pengendali harga di pasar.
“Cabai rawit memang fluktuatif. Kemarin sempat turun, tapi hari ini naik lagi karena permintaan saat Lebaran Topat sangat tinggi, sementara beberapa pengepul belum sepenuhnya beroperasi normal,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Disdag Kota Mataram dijadwalkan akan melakukan koordinasi langsung dengan distributor daging ayam bersama Satgas Pangan dan perwakilan kementerian pada Rabu mendatang. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat normalisasi rantai distribusi serta menekan potensi lonjakan harga di pasar tradisional.
“Kuncinya ada di stok. Jika stok aman, insyaAllah harga akan melandai. Kami terus berkoordinasi dengan para distributor untuk memastikan pasokan tetap mengalir," ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....