Staf Museum NTB Terlibat Pembuatan Buku Internasional tentang Kain Lombok

  • 29 Mar 2026 20:08 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Museum Negeri NTB akan meluncurkan buku internasional pertama yang secara khusus membahas kain Lombok. Buku ini menjadi tonggak penting dalam dokumentasi budaya lokal dalam perspektif global. Kehadirannya diharapkan mengisi kekosongan literatur internasional.

Buku berjudul One Thread, Two Islands: Lombok and Bali Textile melibatkan penulis lintas negara. Sebanyak 12 penulis Indonesia turut berkontribusi, termasuk dari NTB. Selain itu, terdapat penulis dari Australia yang memperkaya sudut pandang.

Karya ini disponsori oleh kolektor kain asal Australia, Michael Abbott, dengan editor James Bennett. Kolaborasi ini menunjukkan perhatian internasional terhadap budaya Indonesia. Hal ini juga menegaskan daya tarik global kain Lombok.

Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam menjelaskan bahwa buku ini akan diluncurkan bersamaan dengan pameran internasional. Peluncuran dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026. Momentum ini dipilih untuk memperkuat dampak publikasi.

“Buku ini akan menjadi referensi penting karena sebelumnya belum ada yang membahas kain Lombok secara internasional,” ujarnya, Minggu 29 maret 2026.

Isi buku mencakup berbagai aspek, mulai dari motif hingga teknik pembuatan. Pembahasan dilakukan secara komprehensif dan berbasis riset. Hal ini menjadikan buku sebagai sumber pengetahuan yang kredibel.

Ahmad Nuralam menilai bahwa penggunaan bahasa Inggris menjadi strategi penting. Bahasa internasional memungkinkan jangkauan pembaca yang lebih luas. Hal ini mendukung penyebaran informasi budaya secara global.

“Kalau kita ingin dikenal dunia, maka kita harus masuk melalui literatur internasional,” katanya.

Buku ini juga memiliki nilai edukatif yang tinggi. Pembaca dapat memahami filosofi di balik kain Lombok. Nilai-nilai budaya menjadi daya tarik utama.

Dalam proses penyusunan, para penulis melakukan kajian mendalam terhadap budaya lokal. Mereka menggali informasi dari berbagai sumber, termasuk koleksi museum. Pendekatan ini memastikan validitas data.

Keterlibatan staf Museum NTB dalam penulisan menjadi kebanggaan tersendiri. Hal ini menunjukkan kapasitas sumber daya manusia lokal. Mereka mampu berkontribusi dalam karya internasional.

“Ini menunjukkan bahwa SDM kita juga siap bersaing di level global,” ujarnya.

Peluncuran buku ini diharapkan menjadi awal dari publikasi lain. Museum NTB berencana terus mengembangkan literatur budaya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang.

Dengan adanya buku ini, NTB tidak hanya dikenal melalui visual. Narasi ilmiah menjadi pelengkap yang memperkuat identitas budaya. Kombinasi ini meningkatkan posisi NTB di tingkat global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....