Diplomasi Budaya Museum NTB Tembus Australia Lewat Pameran Wastra Internasional

  • 29 Mar 2026 19:52 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) memperluas peran strategisnya dalam diplomasi budaya melalui pameran wastra internasional di Australia. Agenda ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan identitas budaya Lombok ke panggung global. Upaya ini juga mempertegas posisi NTB dalam peta kebudayaan dunia.

Pameran tersebut akan berlangsung di Adelaide, Australia Selatan, melalui kerja sama antara Museum Negeri NTB dan Art & Gallery South Australia. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama enam bulan, mulai 15 Mei hingga 15 Oktober 2026. Durasi panjang ini memberikan ruang eksposur yang maksimal bagi publik internasional.

Selain pameran, kegiatan ini dirangkaikan dengan peluncuran buku bertajuk One Thread, Two Islands: Lombok and Bali Textile. Buku tersebut merupakan karya kolaboratif internasional yang melibatkan penulis dari Indonesia dan Australia. Kehadirannya memperkuat posisi NTB dalam literatur budaya global.

Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi promosi budaya secara sistematis. Ia menilai pendekatan berbasis literasi dan pameran menjadi langkah efektif untuk menjangkau publik internasional. Strategi ini dirancang untuk membangun pemahaman yang komprehensif.

“Ini bukan hanya pameran biasa, tetapi bagian dari upaya memperkenalkan kebudayaan kita melalui literatur dan visualisasi langsung,” jelasnya, Minggu 29 maret 2026.

Sebanyak enam kain koleksi Museum NTB akan dipamerkan dalam ajang tersebut. Kain-kain ini dipilih berdasarkan nilai historis dan estetika yang tinggi. Seleksi dilakukan secara ketat untuk merepresentasikan identitas budaya Lombok.

Ahmad Nuralam menilai bahwa pameran ini menjadi bukti bahwa budaya NTB memiliki nilai global. Pengakuan dari lembaga internasional menjadi indikator penting kualitas budaya lokal. Hal ini juga membangun kepercayaan diri masyarakat terhadap warisan budaya.

“Ketika museum di luar negeri mengoleksi kain kita, itu menunjukkan bahwa karya kita memiliki nilai tinggi,” katanya.

Dalam proses persiapannya, Museum NTB telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah. Dukungan penuh dari Gubernur NTB menjadi faktor penting dalam kelancaran program ini. Sinergi lintas sektor memperkuat implementasi kegiatan.

Kerja sama ini juga telah diformalkan melalui nota kesepahaman antara kedua institusi. Kesepakatan tersebut mencakup pertukaran koleksi dan pengembangan program bersama. Hal ini membuka peluang kolaborasi jangka panjang.

Selain pameran, akan digelar simposium budaya sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Forum ini menjadi ruang diskusi akademik terkait tekstil dan budaya Lombok. Para ahli dari berbagai negara dijadwalkan berpartisipasi.

“Simposium ini penting untuk memberikan pemahaman ilmiah tentang koleksi yang kita miliki,” jelasnya.

Lebih lanjut, Museum NTB menargetkan promosi budaya tidak hanya terbatas di Australia. Arab Saudi menjadi salah satu negara tujuan berikutnya. Strategi ini dilakukan untuk memperluas jangkauan budaya NTB.

Ahmad Nuralam menegaskan bahwa keberhasilan kerja sama ini menunjukkan kapasitas NTB dalam memenuhi standar global. Hal ini menjadi indikator bahwa institusi budaya daerah memiliki daya saing internasional. Kesetaraan menjadi prinsip utama dalam kolaborasi.

“Kerja sama ini terjadi karena kita dianggap setara dan mampu,” ujarnya.

Dengan langkah ini, NTB semakin memperkuat posisinya dalam diplomasi budaya global. Upaya ini diharapkan mampu membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan. Promosi budaya menjadi instrumen penting dalam pembangunan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....