Penyekatan Pick-Up, Jadi Strategi Utama Atasi Kepadatan Lebaran Topat

  • 27 Mar 2026 19:06 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram menerapkan strategi pembatasan kendaraan angkutan barang, khususnya mobil pick-up yang mengangkut penumpang. Hal ini dilakukan, sebagai langkah utama mengantisipasi kemacetan saat puncak perayaan Lebaran Topat yang akan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram, Arif Rahman, mengatakan kebijakan ini diambil setelah pemerintah bersama aparat gabungan memetakan sejumlah titik rawan kepadatan lalu lintas.

"Titik rawan seperti Bundaran Mataram Metro, Simpang Tiga Rembiga, Simpang Tiga Kebon Roek, kawasan Loang Baloq, hingga Bintaro," ujarnya Jumat, 27 Maret 2026.

Pembatasan tersebut menjadi langkah krusial untuk menjaga kelancaran arus kendaraan di tengah tingginya mobilitas masyarakat.

"Kendaraan pick-up yang mengangkut orang akan kami arahkan untuk tidak masuk ke Kota Mataram. Penyekatan dilakukan di seluruh titik masuk sebagai upaya menghindari kemacetan total,” katanya.

Ia menjelaskan, lonjakan arus kendaraan tidak hanya terjadi di dalam kota, tetapi juga pada jalur menuju kawasan wisata di Lombok Barat seperti Senggigi dan Batu Layar. Hal ini disebabkan tradisi masyarakat yang biasanya melanjutkan kegiatan berziarah dengan berwisata ke pantai.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional di sejumlah titik, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

"Pengalihan arus akan dilakukan melihat situasi. Fokus kami memastikan lalu lintas tetap bergerak dan tidak terjadi penumpukan kendaraan,” jelasnya.

Dalam pengamanan Lebaran Topat tahun ini, sebanyak 940 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari unsur Polresta Mataram, Polda NTB, Brimob, Basarnas, Dishub, serta Satpol PP dari Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

"Khusus dari Dishub, sebanyak 40 personel dari Bidang Dalops akan disiagakan mulai pukul 06.00 hingga 20.00 Wita di berbagai titik strategis," katanya.

Selain pengetatan terhadap kendaraan pick-up, pengawasan juga akan difokuskan pada kawasan keramaian, meskipun kendaraan roda dua tetap diperbolehkan masuk dengan pengendalian ketat.Ia mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas selama perayaan berlangsung, demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.

“Kami harap masyarakat bisa bekerja sama dengan mematuhi aturan yang ada agar perayaan Lebaran Topat berjalan lancar dan kondusif,” pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....