Tiga Desa di Kabupaten Bima Diterjang Banjir usai Lebaran
- 22 Mar 2026 11:22 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Banjir
- Kabupaten Bima
RRI.CO.ID, Bima - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bima, Sabtu sore, 21 Maret 2026 memicu banjir di tiga desa. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WITA, setelah hujan berintensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang sejak pukul 13.50 WITA.
Tiga wilayah terdampak yakni Desa Sai di Kecamatan Soromandi, Desa Bala di Kecamatan Wera, dan Desa Talabiu di Kecamatan Woha. Banjir mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta merendam permukiman warga.
Di Desa Sai, bronjong penahan sungai pada jembatan limpas dilaporkan rusak. Air juga menggenangi jalan lintas Sai–Sampungu sehingga mengganggu akses transportasi warga.
Sementara di Desa Bala, sedikitnya tiga rumah terendam. Data sementara mencatat tiga kepala keluarga atau 11 jiwa terdampak. Satu keluarga yang terdiri dari empat jiwa terpaksa mengungsi. Selain itu, satu rumah beserta peralatan perbengkelan mengalami kerusakan sedang. Akses jalan di desa tersebut juga sempat tergenang.
Adapun di Desa Talabiu, banjir menyebabkan kerusakan pada sayap bendungan La Nonu. Dampak terhadap lahan pertanian dan infrastruktur lainnya masih dalam proses pendataan oleh petugas.
Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, mengatakan pihaknya bergerak cepat merespons kejadian banjir yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Bima. Koordinasi dilakukan dengan BPBD Kabupaten Bima bersama TNI, Polri, serta aparat desa untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.
“Kami langsung melakukan koordinasi lintas instansi untuk percepatan kaji cepat dan penanganan darurat di lokasi terdampak,” kata Sadimin, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu, 21 Maret 2026.
Menurutnya, fokus utama saat ini adalah keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar para korban terdampak. Selain itu, BPBD juga mengupayakan percepatan pembersihan material banjir, khususnya di titik-titik yang mengalami kerusakan cukup parah.
“Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat, distribusi logistik, dan pembersihan sedimen. Untuk itu, kami juga menyiapkan kebutuhan alat berat di beberapa lokasi,” ujarnya.
Sadimin turut mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi di wilayah NTB dalam beberapa hari ke depan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap siaga, mengingat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih dapat memicu banjir, angin kencang, dan tanah longsor,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....