Gema Takbir Menggetarkan Gerung, Ribuan Warga Tumpah Rayakan Kemenangan
- 21 Mar 2026 11:08 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Malam kemenangan di Kabupaten Lombok Barat berlangsung meriah, khidmat, sekaligus penuh makna. Ribuan masyarakat memadati Alun-Alun Giri Menang Park (GMP) pada Jumat malam 20 Maret 2026 untuk menyaksikan Festival Gema Takbir 2026 yang menjelma menjadi perayaan akbar kebersamaan dan syiar Islam.
Festival ini dibuka langsung oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini, didampingi Wakil Bupati Hj. Nurul Adha, jajaran pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat. Kehadiran para pimpinan daerah semakin menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian dari agenda strategis dalam membangun identitas daerah berbasis religiusitas dan kebersamaan.
Dalam sambutannya, Bupati Lalu Ahmad Zaini menyampaikan apresiasi mendalam atas tingginya partisipasi masyarakat. Ia menilai, semangat yang ditunjukkan warga mencerminkan kekuatan gotong royong yang masih terjaga dengan baik di tengah kehidupan modern.
“Ini adalah hasil nyata dari kerja keras, dedikasi, dan semangat kebersamaan masyarakat. Proses pembuatannya yang memakan waktu berhari-hari menjadi bukti kecintaan mendalam masyarakat Lombok Barat terhadap syiar Islam dan keinginan untuk memberikan yang terbaik pada malam kemenangan,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Festival Gema Takbir merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menghidupkan Gerung sebagai pusat aktivitas masyarakat yang dinamis dan berkarakter.
“Melalui gema takbir yang berkumandang dan kreativitas yang ditampilkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga simbol persatuan, kebersamaan, serta harapan akan Lombok Barat yang semakin religius dan penuh keberkahan,” katanya menegaskan.
Sebanyak 27 kafilah dari lima kecamatan—Gerung, Lembar, Kuripan, Labuapi, dan Lingsar—turut ambil bagian dalam parade tersebut. Setiap kafilah menampilkan kreativitas tinggi melalui miniatur bernuansa islami seperti replika masjid megah, Ka’bah, hingga mushaf Al-Qur’an berukuran besar yang memukau ribuan penonton.
Pawai dimulai dari Taman Kehati dan melintasi jalur utama perkantoran sebelum berakhir di Giri Menang Park. Setiap kafilah yang dibatasi maksimal 50 peserta itu melantunkan takbir secara serempak, menciptakan suasana yang menggema, menyentuh, sekaligus menggugah rasa spiritual masyarakat yang hadir.
Perpaduan antara visual artistik dan lantunan takbir menghadirkan pengalaman yang tidak hanya meriah secara kasat mata, tetapi juga sarat makna religius. Atmosfer kebersamaan terasa begitu kuat, memperlihatkan bahwa tradisi ini mampu menjadi perekat sosial di tengah keberagaman masyarakat Lombok Barat.
Kini, Gerung tidak lagi hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan. Kawasan ini telah bertransformasi menjadi ruang publik yang hidup, menghadirkan interaksi sosial, kreativitas budaya, serta penguatan nilai-nilai religius dalam satu harmoni yang utuh.
Festival Gema Takbir 2026 menjadi penegas arah baru pembangunan daerah. Tidak hanya sebagai ajang perayaan, tetapi juga sebagai simbol kebangkitan Gerung sebagai ikon religi dan destinasi wisata berbasis budaya yang menjanjikan.
“Ini bukan sekadar perayaan, tetapi langkah besar menuju Gerung sebagai pusat peradaban religius yang membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....