Suasana Ramadan, Ribuan Warga NTB Tumpah Ruah Nonton Pawai Ogoh-ogoh di Mataram

  • 18 Mar 2026 10:59 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Parade Ogoh-ogoh
  • Hari Raya Nyepi
  • Ramadan 1447 H

‎RRI.CO.ID, Mataram - Ribuan warga Nusa Tenggara Barat (NTB) memadati jalan protokol kawasan bisnis Cakranegara, Kota Mataram, Rabu, 18 Maret 2026. Sejak pagi, masyarakat sudah berduyun-duyun datang untuk menyaksikan pawai ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948.

‎Pantauan RRI Mataram di lokasi kerumunan mulai terlihat sejak pukul 09.20 Wita. Warga dari berbagai penjuru Kota Mataram tampak antusias memenuhi sisi jalan, menunggu iring-iringan ogoh-ogoh yang menjadi daya tarik utama perayaan tahunan tersebut.

‎Tahun ini, sebanyak 105 ogoh-ogoh diparadekan. Beragam bentuk dan karakter ditampilkan, mencerminkan kreativitas sekaligus kearifan lokal masyarakat khususnya umat Hindu.

‎Kegiatan ini dijadwalkan dibuka langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Wali Kota Mataram Mohan Roliskana pukul 12.00 Wita di depan Kantor Lurah Cakra Barat. Kehadiran keduanya menegaskan dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya sekaligus penguatan harmoni sosial di tengah masyarakat.

‎Gede Teguh, peserta pawai dari Lingkungan Karang Ujung, Kelurahan Dayan Peken, Ampenan, mengatakan ogoh-ogoh yang mereka tampilkan menggambarkan sifat keserakahan manusia. Pesan tersebut diharapkan menjadi pengingat akan pentingnya pengendalian diri.

‎“Melalui Hari Nyepi, kami berharap umat Hindu, khususnya, dapat kembali pada kesucian,” ujarnya.

‎Ia juga menilai pawai ogoh-ogoh menjadi ruang untuk mempererat toleransi antarumat beragama. Menurutnya, kebersamaan dalam kegiatan budaya seperti ini penting untuk menjaga persatuan.

‎Sementara itu, Intan, warga Gegutu yang hadir sebagai penonton, mengaku antusias mengikuti pawai tersebut. Meski berlangsung di bulan Ramadan, ia menilai kegiatan ini tetap membawa dampak positif.

‎“Ini bagian dari budaya yang harus dijaga. Justru di momen seperti ini kita bisa melihat kuatnya toleransi antarumat beragama di Mataram,” katanya.

‎Pawai ogoh-ogoh di Cakranegara kembali menjadi penanda bahwa tradisi dan keberagaman dapat berjalan beriringan. Di tengah perbedaan, masyarakat menunjukkan ruang kebersamaan yang tetap terjaga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....