Pemkot Mataram Pastikan Kondusivitas Perayaan Nyepi dan Lebaran
- 17 Mar 2026 13:06 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID,Mataram- Pemerintah Kota Mataram memastikan rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah dapat berjalan aman, tertib, dan penuh toleransi, meski berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Sinkronisasi agenda kedua perayaan keagamaan ini dilakukan melalui koordinasi lintas sektor guna meminimalisasi potensi persinggungan di lapangan.
Asisten I Setda Kota Mataram, H. Lalu Mertawang, menjelaskan bahwa pemerintah telah menggelar rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda, termasuk Polresta Mataram, untuk mematangkan skenario pengamanan dan pengaturan teknis kegiatan masyarakat.
“Di bawah arahan Wali Kota Mataram, kami sudah menyiapkan langkah-langkah antisipatif. Ini penting karena agenda umat Hindu dan umat Islam berlangsung hampir bersamaan, sehingga perlu pengaturan yang cermat,” ujarnya Selasa 17 Maret 2026.
Ia memaparkan, pada 18 Maret umat Hindu akan melaksanakan pawai ogoh-ogoh yang diikuti sekitar 105 peserta. Kegiatan tersebut dijadwalkan mulai pukul 12.00 WITA dari depan Kantor Lurah Cakra Barat dan ditargetkan selesai sebelum pukul 17.30 WITA.
Menurutnya, percepatan waktu penyelesaian pawai menjadi bagian penting agar rangkaian ritual selanjutnya, seperti prosesi “perang api” dan persiapan Nyepi, dapat berlangsung tanpa mengganggu umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa.
“Jika seluruh rangkaian bisa selesai sebelum pukul 18.00 WITA, maka umat Hindu dapat melanjutkan ritual keagamaan, sementara umat Islam bisa melaksanakan salat Magrib dan Tarawih dengan khusyuk,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mertawang menuturkan bahwa potensi persinggungan waktu juga muncul pada malam takbiran, terutama jika hasil sidang isbat pemerintah menetapkan Idulfitri jatuh pada 20 Maret. Pasalnya, pada waktu yang sama umat Hindu masih menjalani Catur Brata Penyepian.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah bersama panitia takbiran telah melakukan penyesuaian rute pawai. Jalur-jalur yang sebelumnya melewati kawasan dengan konsentrasi umat Hindu saat Nyepi, kini dialihkan.
“Contohnya di Kecamatan Sekarbela, rute yang sebelumnya melewati Loang Baloq menuju Batu Dawe kini dialihkan melalui Perumnas. Ini untuk menghindari gangguan terhadap umat Hindu yang sedang menjalankan Nyepi,” katanya.
Ia menegaskan, langkah ini merupakan bentuk konkret toleransi antarumat beragama di Kota Mataram. Masyarakat, khususnya pemuda, diharapkan dapat saling memahami dan menjaga kondusivitas selama perayaan berlangsung.
“Ini contoh nyata keindahan toleransi di Mataram. Pemuda Islam memahami saudara-saudara Hindu yang sedang menjalankan ibadah, begitu juga sebaliknya,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....