Masyarakat NTB Dinilai Dewasa dalam Menjaga Toleransi
- 17 Mar 2026 12:22 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menilai masyarakat Gumi Gora telah menunjukkan kedewasaan dalam menjaga toleransi antarumat beragama, terutama saat dua momentum keagamaan besar berlangsung beririsan. Menurutnya, pertemuan perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri di NTB justru menjadi cerminan kuatnya harmoni sosial yang telah lama terbangun.
“Tidak ada riwayat kita punya masalah. Ogoh-ogoh jalan, Nyepi jalan, Lebaran juga jalan. Jadi tetap masing-masing saling menguatkan,” ujar Iqbal, Selasa, 17 Maret 2026.
Ia mengatakan, masyarakat NTB telah terbiasa hidup dalam keberagaman dengan menjunjung tinggi nilai saling menghormati. Toleransi, kata dia, bukan sekadar wacana, melainkan telah menjadi praktik sehari-hari.
Momentum beririsan dua hari besar keagamaan ini, menurut Iqbal, seharusnya tidak dipandang sebagai potensi gesekan, melainkan peluang untuk memperlihatkan kematangan masyarakat dalam menjaga kebersamaan.
Pemerintah provinsi, lanjut dia, tidak melarang pelaksanaan tradisi keagamaan seperti pawai ogoh-ogoh dalam rangka Nyepi maupun takbiran menjelang Idul Fitri. Kegiatan tersebut tetap dapat berjalan dengan memperhatikan ketertiban serta kesepahaman di tingkat masyarakat.
Iqbal menegaskan, harmoni yang terjaga di NTB merupakan hasil dari kesadaran kolektif masyarakat yang telah terbangun dalam waktu panjang. Karena itu, ia mengajak seluruh warga untuk terus merawat nilai-nilai tersebut di tengah dinamika kehidupan sosial yang terus berkembang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....