Profil dr. Jack, Dokter Inovatif dan Energik

  • 10 Mar 2026 23:18 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Dunia kesehatan di Nusa Tenggara Barat (NTB) berduka. dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M.Kes., MH., atau yang akrab disapa dr. Jack, meninggal dunia di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Sosok dokter sekaligus birokrat ini dikenal luas sebagai figur yang banyak berkontribusi dalam pengembangan layanan kesehatan di NTB.

dr. Jack lahir di Pancor, Kabupaten Lombok Timur, 10 November 1968. Ia dikenal sebagai dokter dengan gaya kepemimpinan yang inovatif, energik, dan dekat dengan masyarakat. Selain berkarier di dunia medis, ia juga aktif di pemerintahan dan organisasi kemanusiaan.

Lalu Herman Mahaputra menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Hang Tuah Surabaya. Setelah itu ia melanjutkan studi pascasarjana di beberapa bidang.

Ia tercatat meraih:

Sarjana Kedokteran – Universitas Hang Tuah, Surabaya

Magister Kesehatan – Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Timur, Makassar

Magister Hukum – Universitas Hang Tuah, Surabaya

Latar belakang pendidikan yang beragam membuatnya dikenal tidak hanya sebagai dokter, tetapi juga memiliki perspektif manajemen dan kebijakan publik.

Karier dr. Jack di dunia kesehatan dimulai pada 1998 ketika ia dipercaya menjadi Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Yatofa. Dari sinilah kiprahnya sebagai manajer rumah sakit mulai dikenal.

Setelah itu ia terus menapaki berbagai posisi penting di sektor kesehatan di Kota Mataram dan Provinsi NTB.

Nama dr. Jack semakin dikenal ketika ia memimpin sejumlah rumah sakit di NTB. Ia pernah menjabat sebagai Direktur RSUD Kota Mataram dan berhasil meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit tersebut.

Kesuksesan itu kemudian membawanya dipercaya menjadi Direktur RSUD Provinsi NTB. Di bawah kepemimpinannya, rumah sakit tersebut melakukan berbagai inovasi layanan kesehatan, termasuk pengembangan layanan spesialis dan peningkatan fasilitas medis.

Salah satu capaian penting pada masa kepemimpinannya adalah keberhasilan pelaksanaan operasi jantung terbuka di RSUD Provinsi NTB, yang menjadi tonggak penting peningkatan layanan kesehatan di daerah.

Selain sebagai dokter dan manajer rumah sakit, dr. Jack juga aktif di birokrasi pemerintahan. Pada Januari 2026, ia dipercaya menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi NTB, sebuah posisi strategis yang menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas manajerialnya.

Penunjukan tersebut sempat menjadi sorotan publik karena latar belakangnya sebagai dokter. Namun ia optimistis mampu meningkatkan pendapatan asli daerah dengan pendekatan manajemen yang efektif.

Di luar pemerintahan, dr. Jack juga aktif di organisasi sosial. Ia dipercaya memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTB untuk periode 2021–2026 setelah terpilih secara aklamasi dalam musyawarah provinsi organisasi tersebut.

Dalam organisasi kemanusiaan itu, ia mendorong penguatan relawan dan kesiapsiagaan bencana di NTB yang berada di wilayah rawan gempa.

Selain dikenal sebagai dokter dan birokrat, dr. Jack juga memiliki hobi olahraga ekstrem dan pernah dikenal sebagai atlet off-road nasional, yang mencerminkan karakter energik dan berani menghadapi tantangan.

Kepergiannya meninggalkan duka bagi banyak pihak, terutama masyarakat NTB yang mengenalnya sebagai sosok dokter yang inovatif dan penuh dedikasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....