ASN Mataram Diajak Perkuat Integritas di Momentum Nuzulul Qur’an
- 09 Mar 2026 21:19 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram memanfaatkan momentum peringatan Nuzulul Qur’an sebagai ruang refleksi bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk memperkuat integritas dan etika pelayanan publik selama bulan suci Ramadan. Kegiatan yang digelar di Aula Lantai 3 Kantor Wali Kota Mataram.
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an tidak seharusnya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan semata. Menurutnya, kegiatan tersebut perlu dijadikan momentum untuk memperkuat keimanan sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan birokrasi.
| Baca juga: Pemkot Mataram Perkuat Program Prioritas |
“Tradisi ini kita laksanakan bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi agar kita bisa mengambil pemaknaan dan hikmah dari kegiatan yang setiap tahun kita jalankan ini,” ujarnya Senin, 9 Maret 2026.
Ia mengingatkan bahwa Ramadan telah memasuki pertengahan waktu, sehingga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperbaiki diri. Menurutnya, sisa waktu Ramadan yang tersisa harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
“Tanpa terasa kita sudah melewati setengah perjalanan Ramadan. Sisa waktu ini adalah kesempatan besar yang penuh keberkahan untuk menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyoroti dinamika sosial yang biasanya meningkat menjelang akhir Ramadan, baik dalam aktivitas ekonomi maupun kegiatan sosial masyarakat. Ia menilai aparatur pemerintah harus mampu menyikapi kondisi tersebut secara bijak sekaligus menjaga suasana kondusif di tengah masyarakat.
Selain itu, Mohan mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan dan kekompakan di lingkungan birokrasi sebagai fondasi kepercayaan publik. Ia juga meminta ASN bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terpengaruh oleh arus informasi yang belum tentu benar.
“Kita harus mampu mengendalikan diri dalam menerima dan menyebarkan informasi. Kadang-kadang hal yang faktual justru diputarbalikkan sehingga kita sulit membedakan mana yang benar dan mana yang tidak,” ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....