GPM di Kopang, Pemprov NTB Jual Pangan di Bawah Harga Pasar

  • 05 Mar 2026 14:39 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangkaian Safari Ramadan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang dipusatkan di Lapangan Jelojok, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu, 4 Maret 2026. Program ini digelar untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Dalam kegiatan tersebut, warga dapat membeli sejumlah komoditas pangan strategis seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah, dan bawang putih. Seluruh komoditas dijual dengan harga di bawah harga pasar.

Sejak pagi hari, ratusan warga memadati lokasi kegiatan. Mereka datang untuk memanfaatkan kesempatan membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan di pasaran.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Eva Dewiyani, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu instrumen pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi.

Menurut Eva, pelaksanaan program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Perum Bulog, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, pelaku usaha pangan, hingga pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga pasokan sekaligus menekan kenaikan harga pangan, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan.

“Gerakan Pangan Murah ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Eva.

Selain menyediakan pangan murah, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi langsung antara pemerintah dan masyarakat dalam rangkaian Safari Gubernur. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah dapat menyerap aspirasi warga sekaligus memastikan berbagai program pembangunan daerah menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.

Pada kesempatan yang sama, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat juga menggelar kampanye “Stop Boros Pangan”. Kampanye ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola dan mengonsumsi pangan secara bijak.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan akan terus memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....